Hai Om, Aku Calon Istrimu!
jawabku cepat.
Safa mengangguk sambil mencecap pelan. “Iya, Ma, enak. Rasanya kayak daging, tapi… bukan daging. Bener gak sih, Ma?”
“Bener banget, Sayang. Ini memang bukan daging,” jawab Mama sambil menjentikkan jarinya ke udara.
Mama tersenyum lebar melihat reaksi kami. Beliau lalu menarik kursi dan duduk, siap mempresentasikan karya terbarunya.