Pembantu Baruku Ternyata ....
Di sana ada Mama Melani yang sedang bermain dengan Raka.
"Ma, kita pamit, ya. Mungkin pulangnya akan sore," kataku.
Mama melihat ke arahku, menyerahkan Raka yang sedari tadi dengannya.
"Jangan lama-lama, nanti Mama kangen sama Raka. Sebentar saja di sananya, ya? Ya, cucu Oma ...," ujar Mama seraya menjiwil pipi Raka.
Seperti yang paham dengan kata-kata Mama Melani, Raka tersenyum lebar memperlihatkan gusi yang masih belum ditumbuhi gigi.