Anakku Bukan Anakku
jawab Dimas dengan nada ketus, seolah panggilan tersebut begitu mengganggunya.
“Bos, wanita itu setuju datang malam ini.”
“Apa?! “ tanpa sadar Dimas melemparkan barang rokok ke dalam kolam renang.
“Jam sebelas sampai dan satu. Hanya dua jam saja.”
Dimas melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas kurang, yang artinya kurang dari beberapa menit lagi, Mila akan datang ke tempat yang sudah dijanjikan, yakin bar ternama yang ada di daerah Kemang.