Suara Hati Anak Haram yang Menusuk
Pagi itu saat keluar rumah, aku melihat bayi yang terlantar di pinggir jalan.
Saat hendak menggendong bayi itu dan membawanya pulang, tiba-tiba aku mendengar suara hatinya.
'Ayahku benar-benar pintar. Dia sengaja membuangku di sini, supaya Sisca memungut dan mengadopsiku. Dengan begitu, aku bisa resmi masuk ke Keluarga Prawira.'
'Dulu Sisca mengandalkan status keluarganya untuk memisahkan ayah dan ibuku dengan kejam. Sekarang dia malah membesarkan anak haram ayahku. Itu balasan yang pantas untuknya!'
'Begitu aku menjadi Tuan Muda Keluarga Prawira, aku pasti akan secepatnya membantu ayahku menyingkirkan wanita jalang ini. Setelah itu, kami akan menjemput ibuku dan keluarga kami bisa bersatu kembali.'
Bayi di tanah itu tersenyum kepadaku. Suara hatinya pun sudah kudengar dengan sangat jelas.
Sudut bibirku terangkat membentuk senyuman tipis, lalu aku mengangkat ponsel dan menelepon seseorang. Kalau memang anak haram, tentu harus dikirim ke tempat yang memang seharusnya menjadi tujuannya!