Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Satelliciocis Satellite

Satelliciocis Satellite

Thou art slave to fate, chance, kings, and desperate men, And dost with poison, war, and sickness dwell, And poppy or charms can make us sleep as well And better than thy stroke; why swell'st thou then? One short sleep past, we wake eternally And death shall be no more; Death, thou shalt die." Begitulah sonnet yang dibacakan Oscar Harrel sebelum undur diri sehingga Louis bisa meletakkan mawarnya di atas peti. Setelah semua prosesi penghormatan terakhir untuk Emma Harrel berakhir, mereka pergi satu persatu meninggalkan Louis dan Ruenna seorang diri. Bahkan Anthony yang hampir melenggang pergi bersama ibunya pun, meminta Diana untuk tak berjauhan dari Fantine sehingga dirinya bisa menanti adik
103.6K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as marie antoinette last words
Read
+Library
ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

Tatapannya tertambat pada kaca jendela yang buram oleh embun dan hujan. “Surat terakhir ditulis di sini,” ucapnya lirih. “Nadanya… seperti seseorang yang mengucapkan selamat tinggal, tapi belum siap pergi.” Leonhardt menoleh sedikit. “Kau yakin ingin masuk?” Margarethe menatapnya. Sebuah senyum tipis muncul—bukan karena tenang, tapi karena tak ada pilihan lain. “Aku tidak datang untuk mengenang,” katanya.
101.3K viewsCompletedAdded to Library 36 Times as marie antoinette last words
Read
+Library
Mengubah Takdir Selir Antagonis

Mengubah Takdir Selir Antagonis

“Silahkan. Saya menantikan Anda membawa sertifikat itu ke hadapan Raja dan semua orang. Semoga Anda berhasil dan tidak merasa kecewa.” Kalimat-kalimat yang Marielle ucapkan malam terakhir kali mereka bertemu terngiang jelas di kepalanya. Tatapan wanita itu dingin, menolak, bahkan berani menantangnya. Aldric mengepalkan tangan. “Marielle, berani sekali dia...” desisnya. Amarah perlahan menggantikan kesedihan. Tanpa pikir panjang, ia berbalik menuju pada karpet . Tangannya bergerak cepat, menyingkap ujung karpet yang membentang hampir menutupi seluruh lantai.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as marie antoinette last words
Read
+Library
Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan

Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan

Jeanne akhirnya membuka mulut, memecah hening karena diksi membingungkan Dante, “Tuhan menyatakan bahwa kamu belum boleh mati di sini, Dante Alighieri, Marie Antoinette.” “Eh, maksudmu ....” kalimat Marie terhenti di sana. Jeanne mengangguk, “Saya akan mengulur waktu,” ia akhirnya tersenyum—senyum pertama sejauh yang bisa Marie ingat, “Terutama karena lagi-lagi situasi Dante tidak baik.”
10557 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as marie antoinette last words
Read
+Library
Choosing Between Dragon and Werewolf (Indonesian)

Choosing Between Dragon and Werewolf (Indonesian)

“Mereka meninggal di abad ke lima belas? Lalu kenapa ruangan ini kental dengan suasana abad ke delapan belas? Kupikir mereka meninggal di abad ke delapan belas!” “Karena aku nggak suka dengan apa pun yang berhubungan dengan abad ke-lima belas. Dan dulu kamu bilang kamu menyukai Marie Antoinette, mengagumi kisah hidupnya sebelum Revolusi Perancis membunuhnya. Sangat disayangkan eksekusi kematiannya, mengingat dia adalah salah satu dari wanita baik yang pernah kutemui. Begitu juga dengan King Louis XVII.”
107.6K viewsCompletedAdded to Library 151 Times as marie antoinette last words
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status