Tak Sengaja Mencintaimu
Shankara sama sekali tidak berusaha menggoda, tapi tubuhnya, sorot matanya, wibawanya, selalu berhasil memancing fantasi Anindia.
Anindia menelan saliva. Jantungnya berdetak lebih cepat dari seharusnya.
Lelaki ini adalah calon suaminya. Hanya dengan duduk diam pun sudah membuat Anindia kehilangan keseimbangan.
Ia meraba kerah kemeja Shankara, pura-pura membenarkan, padahal ia ingin menyentuh kulit di baliknya.
"Kamu tahu nggak, Ka? Kadang aku mikir kamu sengaja bikin aku nggak bisa marah."