Terjerat Pesona Papa Temanku
"Turun, atau mau aku yang pesenin?"
Yara membuka pintu, udara malam yang sedikit dingin menyambutnya. Rambutnya tersapu angin. "Aku ikut. Biar sekalian lihat, mau topping apa."
Mereka berdiri di dekat gerobak. Penjual martabak menoleh, tersenyum. "Martabak manis, Bang? Cokelat, keju, kacang?"
Yara mendekat, bersandar ringan di mobil Elvaro. "Yang klasik aja. Cokelat keju. Tapi menteganya banyak."