Tunggu Pembalasanku, Mas!
Aku memang sengaja menghubunginya untuk meminta bantuan, karena aku yakin bahwa ia bisa mempertemukan kami dengan Mama.
"Om, Mira, sudah lama?" tanya Mas Ahmad begitu ia turun dari mobilnya. Ia membawa sebuah kantong plastik yang berisi roti tawar, meises dan juga selai nanas. Plastiknya transparan, jadi aku bisa mengetahui apa isinya.
"Lumayan lama," jawabku singkat.
Mas Ahmad berdiri di depan pintu, lalu mengetuk pintu tersebut.