Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi
lanjutnya, suaranya pelan tapi jelas, “atas semua kebaikan kalian selama tiga tahun ini. Kalau suatu saat kalian rindu, datanglah ke Bandung. Mawar-mawar di taman sedang bermekaran, indah sekali.”
Dan seperti irama yang melambat menjelang akhir lagu, Mahesa hanya bisa mematung saat Nadira bangkit dari duduknya.
Ia berjalan menuju pintu, lalu berdiri sebentar di ambang hujan tipis yang menari-nari di pelataran.
“Aku antar sampai ke mobil,” gumam Mahesa akhirnya.
Tanpa banyak kata, ia mengambil payung besar dari dekat rak sepatu. Payung itu payung lama, warnanya sudah agak pudar, tapi masih kokoh.
Hot Chapters