Bukan Rahim Pengganti
tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Mama sampe lupa, ayo masuk, mama sudah masak semua makanan kesukaanmu. Semoga selera dan lidah kamu nggak berubah."
Aku dan Mama masuk ke rumah di mana dulu aku dilahirkan, mama terus melingkarkan tangannya di pinggangku aku pun merangkulnya. Kami berjalan bersama menuju ruang makan. Hatiku sedikit tenang, melihat suasana rumah yang lengang, artinya hanya ada Mama di rumah. Kulihat begitu banyak masakan tertata begitu rapi di atas meja makan. Semua memang menu kesukaanku dulu, ada opor ayam, semur daging, tempe bacem yang selalu menjadi favoritku, ada juga cemilan risol mayo kesukaanku, minuman. Mama mempersiapkannya begitu lengkap, membuatku semakin merasa
Hot Chapters