Tetanggaku Rajin (Minta)
Kemudian aku beranjak hendak pulang.
“Eeh, Rin. Tunggu dulu, emang tukang buburnya kemana? Pesenin yang lain, kek,” ucapannya menghentikan langkahku.
“Tukang buburnya naik haji. Sekarang jadi penjual masker. Mau pesan masker?”
“Yee, masker ga bisa dimakan. Pesenin nasi padang aja deh,” ujarnya merayu.