Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI

PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI

“Nenek, aku berencana untuk menampilkan bunga peony, bunga anggrek bulan, bunga mawar dan bunga persik. Bagaimana menurut nenek? “Tanya Qing Lan dengan pemikirannya yang mendalam. “Hm, bunga peony melambangkan status yang mulia, bunga anggrek bulan melambangkan keindahan, bunga persik melambangkan keanggunan, hanya saja untuk apa bunga mawar?”Tanya Nyonya Besar dengan bingung. Qing Lan tersenyum tipis dan tidak terkejut dengan pertanyaan Nyonya Besar karena dia tahu dengan jelas bahwa Nyonya Besar pasti akan bertanya padanya.
1039.5K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as mata bunga persik
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Mata pisau itu bagaikan terbuat dari logam anti karat yang ujungnya runcing dan gerakannya cepat. Baraka tak mau kalah gertak, ia segera berkelebat, tangannya yang sudah berkuku merah bara itu bagaikan memercikkan air ke depan. Ternyata yang keluar adalah percikan bunga api warna merah bintik-bintik, itulah jurus 'Tenaga Matahari Merah' yang jarang digunakan oleh Pendekar Kera Sakti.
1031.0K viewsOngoingAdded to Library 869 Times as mata bunga persik
Read
+Library
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

ucap Maryamah kembali membuka pembicaraan. “Wuih, betul mba. Di kita biasa dikenal dengan Bakung kan mba ya? Itu bunga kesayangan kedua orang tuaku mba,” Diandra mencoba mengkonfirmasi bunga Lili yang disebutkan Maryamah sebagai bunga Bakung. “Iya Di. Bunga cantik ini di Jakarta biasa dikenal sebagai bunga Bakung. Selain itu, varian bunga ini juga banyak betul dan hampir semuanya cantik-cantik,” tambah Maryamah menjelaskan.
992 viewsOn holdAdded to Library 33 Times as mata bunga persik
Read
+Library
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Dia buru-buru menoleh, ingin melihat reaksi Sarah. Namun wanita itu hanya tersenyum samar—senyum tipis yang justru sarat dengan kepuasan. Pada akhirnya, Rangga tetap mengirimkan satu pesan singkat untuk Vanya. [Vanya, jangan buat keributan lagi. Bukalah pintu. Perias sudah datang.] Hanya satu kalimat itu saja sudah mampu meredakan rasa bersalah yang ditimbulkan oleh ucapannya barusan.
28.2K viewsCompletedAdded to Library 704 Times as mata bunga persik
Read
+Library
Aku Juga Keturunan Jenderal

Aku Juga Keturunan Jenderal

Rumbai merah bergerak-gerak dan ujung tombaknya sangat tajam yang membuat orang merasa takut. Intan mengambil Tombak Bunga Persik dengan satu telapak tangan dan suara dentang gemetar keluar di udara, Intan menginjak tanah dan terbang di udara, Intan menangkap tombak di tengah udara, berbalik dan menyapunya, membuat dedaunan yang baru saja terjatuh ke tanah tersapu ke samping. Tombak Bunga Persik kembali menusuk di tanah dan dedaunan yang menumpuk langsung beterbangan seolah terdapat angin yang lewat.
10191.5K viewsCompletedAdded to Library 5.4K Times as mata bunga persik
Show Reviews (50)
Read
+Library
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Arumi Nasha
baru mulai baca dari author ini, memang lagi nyari² novel begini. Krena saat ini lagi baca mayor jendral joka yg masih on going. sambil nungguin updatenya tiap hari, jadi kesini dulu... mantapp Thor ... ada karyawan baru kah ???
Read All Reviews
Mati Kembar

Mati Kembar

“Apa, Sayang? Mama dari tadi nyariin kalian lho, tapi nggak ketemu-ketemu. Bukannya kita jadi main petak umpetnya?” “Bener kata Andin, Sayang. Tadi kami cari ku ke mana-mana tapi nggak ada,” ucap Beni tiba-tiba datang bersama Andita. “Beneran, Sayang. Tadi aku ikut main lho sama kalian.” Aku mencoba meyakinkan mereka bahwa aku yakin dengan pembicaraan barusan. “Jadi, tadi Mama main petak umpet sama siapa?” “Siapa lagi yang main petak umpet selain kami, Sayang?”tanya Beni terlihat panik dan penasaran.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as mata bunga persik
Read
+Library
Ceraikan Aku, Jika Sudah Tidak Cinta

Ceraikan Aku, Jika Sudah Tidak Cinta

"Besar sekali, sayang." "Mass.... !" Sinta kaget dan berusaha untuk menutupnya. Namun, Danang mencegahnya. "Jangan sayang, mas suka melihatnya." Jari tangannya mengeluarkan sang buah persik dari bungkusnya. Melihat anak buah persik berwarna pink muda yang menggoda, Danang menelan salivanya. "Besar sekali, punya Dina saja tidak sebesar ini," gumam Danang dalam hati, dengan mata melotot.
1032.3K viewsCompletedAdded to Library 936 Times as mata bunga persik
Read
+Library
Air Mata Putri Tidak Untuk Pengkhianat

Air Mata Putri Tidak Untuk Pengkhianat

Selama Madam mendengar penjelasan Evelina soal laba serta dana yang akan digunakan dan di raih dalam bisnis, Madam Evelina tak henti-hentinya terkesima. "Putri! Sudah saya duga, anda terlalu cepat menikah dulu. Anda benar-benar berbakat dalam hal bisnis, terutama urusan permata," sanjung Madam Aina. "Hahha! Itu...perkataan anda cukup berbahaya Madam," sahut Evelina dengan tawa canggungnya. "Yahh...maafkan kelancangan saya Putri, tapi anda tahu bagaimana saya kan! Saya benar-benar menyayangkan bakat anda berkembang di Utara dan bukan di Romagna."
1.3K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as mata bunga persik
Read
+Library
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Pemandangan itu begitu indah dan tak masuk akal. Sen Butao yang sempat pingsan langsung tersadar, sementara Brender dan Si Yelong menatap tanpa berkedip, wajah mereka tercampur antara kagum dan takut. “Jadi ini… batang pohon buah persik dewa?” gumam Sura perlahan, menatap pohon yang kini menjulang di depannya. “Berbeda dengan persik spiritual biasa, pohon ini memiliki batang, daun, dan buah berwarna emas murni.”
1010.0K viewsCompletedAdded to Library 271 Times as mata bunga persik
Read
+Library
PELUKAN BERDARAH

PELUKAN BERDARAH

“Satu lagi, ini—Bunga Stephanotis, atau Melati Madagaskar. Bunga ini melambangkan kebahagiaan pernikahan, sehingga sangat cocok untuk pesta pernikahan atau anniversary.” Edward mengangguk perlahan, memperhatikan setiap penjelasan Nayla. Tatapannya sempat terhenti pada sebuah bunga lain di atas meja. “Kalau yang itu bagaimana? Terlihat cantik,” tunjuknya pelan. Nayla menoleh, lalu mengambil bunga yang ditunjuk. “Oh, yang ini?” Edward mengangguk, senyum samar terbit di wajahnya.
101.9K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as mata bunga persik
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status