Air Mata Suami dan Mertuaku
Nyesek rasanya mendengar suara kakak iparnya yang tertawa-tawa bahagia penuh kemenangan di atas penderitaan mereka.
[Kania, sekarang Mbak mau tanya sama kamu. Sebenarnya yang nggak punya hati itu siapa? Mbak atau kalian? Coba, deh, pertanyaan Mbak ini dijawab dulu dengan benar! Kalau kamu sudah bisa menjawabnya dengan benar, baru kamu bisa ngata-ngatain Mbak sesuka hatimu. Oya, satu lagi, Kania. Mbak nggak butuh respect dari orang-orang bermuka dua seperti kalian. Camkan itu!]
[Marwa ... tolong kembalikan rumah Mama, Nak! Tolong kasihani Mama! Mama nggak punya apa-apa lagi selain rumah itu.] mohon Bu Salma. Kondisinya masih lemah, bersandar pada sofa.