Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menuju Matahari

Menuju Matahari

“Kau siapa?” “Aku Tanpa Aran.” Alis Nara berkerut. “Kaubilang kau punya pesan penting buatku? Buat kami semua?” “Ya. Akan ada bencana besar. Dan Mataram akan punah. Daripada menunggu nanti-nanti, kalian semua mending mati sekarang!” Nara saling bertatapan dengan Rangga dan Ki Sumendi. Rangga tertawa. “Wong edan!”
9.526.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 656 kali sebagai mata sabit
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Baca Semua Ulasan
SAHABATKU MADUKU

SAHABATKU MADUKU

BAB 44 INGAT JANINMU Sebuah tangan cepat menarik Anisa dalam dekapannya, wanita itu langsung menangis dan lutut terasa lemas jatuh terduduk. "Lepaskan akuuuu, aku mau mati aja!" teriak Anisa histeris. "Ingat! janin dalam perutmu yang tak bersalah, ikut mati." Seseorang itu berjongkok lalu menarik dagu Anisa agar menatapnya.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai mata sabit
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

ujar Mak Tita. “MGP. Mama Golf Papa. Manggala Sastradinata. Lengkapnya Manggala Abipraya Sastradinata.” “O em ji… Em ji pi… Singkatan tho…” Mak Tita sampai memukul dahinya sendiri. “Nah, lu nama keren gitu lu panggil Mamang.” Ganti Gia yang bersuara. “Gimana orangnya nggak marah.” “Memang lu nggak pernah baca proposal gue apa?”
1028.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 849 kali sebagai mata sabit
Baca
+Pustaka
Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

Legenda Lima Pendekar dan Seekor Naga

kata Baelzebub. "Hentikan!" Seru Matabi. "Matabi mundur!" Teriak Baelzebub "Bllarr" "Ledakan!" Matabi mengapa kanu melakukan ini?" Baelzebub bertanya dengan suara rendah. "Aku melakukan ini karena Aku mencintaimu Tuanku maafkan Aku Tuanku!" Kata Matabi dengan air mata dia lenyap menjadi ketiadaan. "Tak akan Aku maafkan!" Baelzebub berseru dengan Mata merah menyala menatap Kenji kira.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai mata sabit
Baca
+Pustaka
Mati Kembar

Mati Kembar

tanyaku dengan gelisah dan panik seketika. “Mata batinmu itu ada dua tingkatan. Pertama, penglihatan yang peka terhadap keberadaan mahluk gaib dan melihat penampakannya sedangkan kedua, penglihatan yang mampu menembus ke masa lalu kelam seseorang. Dan yang kedua ini adalah yang terberat untukmu, Adinda,” terang Nenek Idah padaku yang membuat diri ini ketakutan akan bahaya yang menghampiri kedua putriku.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai mata sabit
Baca
+Pustaka
Sabitah

Sabitah

Gadis itu mendongak menatap layar hologram yang masih terus bekerja menampilkan data. Pemuda berwajah pucat itu menggeleng pelan melihat sikap frustrasi dari gadis yang masih mencebik kesal. “Meski Kota Metrolium begitu maju, otoritas keamanan tidak bisa begitu saja mengubah kode seseorang. Kode itu sudah diciptakan sebelum kota mengalami perubahan pesat. Dan untuk mengubahnya juga perlu proses yang rumit. Kau tahu sendiri, peneliti zaman dulu itu begitu perfeksionis,” ucap pemuda berwajah pucat.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai mata sabit
Baca
+Pustaka
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Riko dan Jejen memegang tanganku dengan kuat, tak memberi ruang untuk melawan. "Matamu bagus sekali. Satu biru, satu hijau. Seperti mata kucing. Atau jangan-jangan kamu keturunan alien?" Bobi melontarkan ledekan, tawanya menggelora di udara. Tiba-tiba, ia menengadahkanku, jari-jarinya menahan kelopak mataku agar tak bisa terpejam. "Mari kita lihat apa yang terjadi kalau mata seperti ini diberi sinar matahari!" serunya, dan aku terpaksa menatap matahari yang begitu menyilaukan. Air mata mulai mengalir dari sudut mataku, kepalaku terasa berputar, dan rasa pedih menjalar. Aku memberontak, tetapi Riko dan Jejen menahan tubuhku, tawa mereka menggelegar di sekelilingku.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai mata sabit
Baca
+Pustaka
Air Mata Suami dan Mertuaku

Air Mata Suami dan Mertuaku

goda Gina sembari cekikikan. 'Nervous? Kenapa dia harus nervous? Memangnya ada apa?' Perasaan Marwa mulai tak enak. Apa benar firasatku ini?' Marwa makin menunduk, menenggelamkan wajahnya. "Ya, sudah. Cukup, ya, nervous-nya. Sesuai janji, Mama akan perkenalkan wanita yang pernah Mama ceritakan sama kamu waktu itu. Dia yang sudah menyelamatkan Mama ketika itu dan Mama sangat merasa berutang budi padanya. Namanya Marwa."
5.712.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 489 kali sebagai mata sabit
Baca
+Pustaka
Mata Biru | Jejak Albino Yang Tertinggal

Mata Biru | Jejak Albino Yang Tertinggal

' batin Yuzha seolah berontak. Sampai akhirnya, tepukan Setya menyadarkannya. “Yang kuat, Mas,” bisik Setya. Yuzha mengangguk pelan. Tatapannya kembali pada Putri. Dan saat mata mereka bertemu, dunia seakan berhenti. Yuzha bisa melihat dengan jelas bagaimana wanita itu sedikit menahan air matanya. Ia nampak menggigit bibir bawahnya dengan kuat. Tapi, sayangnya ia pun tak bisa berbuat apa-apa.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai mata sabit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status