Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Pupil mata Zaki tiba-tiba mengecil dan seluruh tubuhnya mulai gemetar tak terkendali. Adegan itu membuat Sukma senang. Dia tersenyum dan berkata dengan enggan, "Dan anakmu, haha, kecelakaan mobil itu diatur oleh kami, kamu nggak menyangka, ‘kan?" "Kasihan sekali kamu, idiot! Aku selalu mempermainkanmu. Kamu menyakiti orang yang kamu cintai dengan tanganmu sendiri dan dia sudah lama kecewa padamu. Kau pantas mendapatkannya!"
6.4K viewsCompletedAdded to Library 171 Times as mata sabit
Read
+Library
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

tanya Lilis mengulang kalimat Brutus. Laki-laki berwajah bopeng itu menoleh. Menatap tajam perempuan yang duduk di sebelahnya. “Iya, dia punya jimat itu. Jimat Tali Mayat. Sebuah benda persekutuan dengan setan buat ngedapetin kekayaan melalui cara judi,” tutur Brutus berapi-api. “Gua gak tahu, tambahan jimat apalagi yang bisa bikin dia kuat—“
8.512.7K viewsCompletedAdded to Library 407 Times as mata sabit
Read
+Library
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Mawar maklumin dan njawab panjang lebar kali tinggi persisi rumus bangun ruang mata kuliah matematik. “Beby, akyu harus cari pacar bohongan, because what? Tara-tara aha, karena eh karena ingin menjauhi mantan gebetan akyu yang duda beranak dua itu. Soalnya, kata cowok yang hobi fitnes, dia bakal jauh dan berhenti mengejar diri kyu kalau dia tahu akyu udah punya pacar.”
104.4K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as mata sabit
Read
+Library
Martabak Setan

Martabak Setan

Bocah laki-laki malang itu telah pergi menghadap Sang Pencipta tanpa sempat merasakan enaknya martabak yang selama ini hanya ia bayangkan saja. “Jaka, buka mulutmu ... ini martabaknya, makanlah!” Sabila membuka bungkus martabak itu dan menyuapkannya ke mulut Jaka. “Jumlahnya ada sepuluh biji, Nak, tak hanya tiga, lima atau juga tujuh.” Jaka masih tak beraksi, jangankan membuka mulut, bernapas pun sudah tidak. “Maafkan Ibu, Nak, karena terlambat pulang .... “ Sabila semakin histeris apalagi saat merasakan jantung Jaka tak lagi berdetak.
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 354 Times as mata sabit
Read
+Library
Perfect Mate

Perfect Mate

ucap Luicera dengan masih memandangi kediaman Keluarga Matteo yang sangat mewah. Delon Matteo masih bermain golf dengan mengeluh sedikit, "Aku sendirian di mansion ini. Kenapa William dan Zack mengerjaiku, awas kalian jika sudah selesai menikah dan bertunangan." Teriaknya dengan kesal. Dirinya pun kembali fokus untuk memasukan bola golf dengan memegang stick golf kesayangan miliknya yang ia beli edisi terbatas hanya tiga didunia.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as mata sabit
Read
+Library
Mutiara Lembah Hitam

Mutiara Lembah Hitam

Nesa mengusap air mata yang kini jatuh di pipinya. “Kamu harus kuat, Sayang,” kata Vita. “Kamu harus kuat demi Raga. Jika nanti dia pulang, pastikan kamu ada untuknya. Mama mohon, sayang.” Ucapan dan kata-kata Vita membuat Nesa kian terisak. “Mama juga harus kuat. Mas Raga sangat menyayangi Mama. Kita harus bersama menunggu Mas Raga.” “Terima kasih sudah mencintai Raga dengan sepenuh hati, Nak,” lirih Vita kembali. “Terima kasih sudah mengisi hatinya dengan cinta. Sudah membuat Raga bahagia karena kamu mencintainya.”
106.6K viewsCompletedAdded to Library 252 Times as mata sabit
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Mata Nico membulat sempurna, aura kemarahan terpancar jelas disana. Bugh Bugh Bugh Bugh Nico menghajar pria itu dengan membabi buta, sampai pria itu tidak sadarkan diri. Empat mobil berhenti di samping Nico, beberapa orang keluar menghampiri Nico. Joan meringis melihat banyak orang yang tergeletak. Matanya menatap Nico, pria itu terlihat berantakan, dengan percikan darah yang mengotori bajunya hingga penampilan pria itu lebih pantas disebut psikopat. "Tuan--"
105.9K viewsOngoingAdded to Library 188 Times as mata sabit
Read
+Library
Pawang Hati Mafia Kejam

Pawang Hati Mafia Kejam

Sabe berhenti beberapa langkah dari konter. "Saya tidak ke sini untuk menyumbang. "Wanita itu akhirnya mengangkat kepalanya. Matanya bertemu dengan mata Sabe. Dan dunia Sabe kembali berputar. Mata itu. Mata itu adalah cerminan dari mata yang ia lihat di sketsa ayahnya. Mata yang sama yang menatapnya dari cermin setiap pagi. Mata Saraswati. Tapi jika mata Sabe membawa badai yang tersembunyi, mata wanita ini adalah lautan beku. Keras, waspada, dan tak kenal ampun. Ini adalah Maya. Maya menilainya dengan tatapan tajam seorang ahli taksir. Ia melihat pakaian katun Sabe, hijab hitam sebahu sebagai penutup auratnya, dan mungkin, keputusasaan yang tidak bisa Sabe sembunyikan sepenuhnya.
10604 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as mata sabit
Read
+Library
Mata Ketiga

Mata Ketiga

tutur halus sang ibu. Lydia terlihat masih sibuk dengan barang bawaannya. Terlihat satu tas ransel cukup besar serta sebuah travel bag warna merah siap dibawanya. Ibunya yang sedari tadi memperhatikan Lydia senyum-senyum sendiri. Dia berharap masa depan anak gadisnya itu lebih cerah saat pindah ke Jawa. Khususnya keistimewaan dari Lydia yang memiliki ‘Mata Ketiga’ karena dapat melihat penampakan makhluk halus, semoga tidak menghalanginya meraih cita-cita di kemudian hari.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as mata sabit
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status