Martabak Setan
Bocah laki-laki malang itu telah pergi menghadap Sang Pencipta tanpa sempat merasakan enaknya martabak yang selama ini hanya ia bayangkan saja.
“Jaka, buka mulutmu ... ini martabaknya, makanlah!” Sabila membuka bungkus martabak itu dan menyuapkannya ke mulut Jaka. “Jumlahnya ada sepuluh biji, Nak, tak hanya tiga, lima atau juga tujuh.”
Jaka masih tak beraksi, jangankan membuka mulut, bernapas pun sudah tidak.
“Maafkan Ibu, Nak, karena terlambat pulang .... “ Sabila semakin histeris apalagi saat merasakan jantung Jaka tak lagi berdetak.
Hot Chapters