Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mantan Terindah

Mantan Terindah

puji Damar. Bukan hanya sekedar basa basi, tapi memang benar jika Mira memang masih sangat cantik. "K-kau disini juga!? Sedang memata mataiku ya!?" suara perempuan di depan Mira cukup membuat wanita itu terperangah mendengarnya.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai mata terindah
Baca
+Pustaka
Menipu Sang CEO Buta

Menipu Sang CEO Buta

"Kenapa aku belum pernah mendengar kota indah ini?" "Karena memang tidak terlalu terkenal. Tapi kau lihat sendiri, sebenarnya tidak kalah dengan lokasi lain dalam hal keindahan." Ivy mengangguk, lalu mendekati Matteo dan merangkul lengannya. Dia juga menyandarkan kepala pada lengan itu.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai mata terindah
Baca
+Pustaka
Gadis Rahasia Sang Pewaris

Gadis Rahasia Sang Pewaris

Sinar matahari yang terik memang terasa membakar kulit, tapi hadirkan sensasi menyenangkan di dalam rongga dada. Berkunjung ke daerah pedesaan dengan pemandangan sawah bukanlah gaya liburan yang disukai oleh Edgar. Tapi, kali ini Edgar tak keberatan berlama-lama di Ubud, yang penting bisa melihat senyum manis di bibir Indira. Anggap saja semacam pengorbanan. “Sambal matahnya enak, Mas,” kata Indira setelah mencicipi ayam sambal matah. “Mas Edgar nggak mau coba?”
1033.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 663 kali sebagai mata terindah
Baca
+Pustaka
Mutiara Sang Rahwana

Mutiara Sang Rahwana

Tertawa mereka benar-benar bikin tanah bergetar. "Kalian nggak usah pura-pura sibuk. Papa udah siapkan semua. Tinggal pergi aja." "Honeymoon ke Raja Ampat yang menawan," sambung Mama Bima saat keluar membawa empat cangkir teh. "Kalian pasti nggak mau pulang sesampainya di sana!"
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai mata terindah
Baca
+Pustaka
PUZZLE

PUZZLE

Diran menaik turunkan alisnya. Indira memutar bola matanya bosan, “sok kecakepan. Bilang aja dia mau cari muka. Dasar ganjen. Para pria di sini pada katarak kali matanya ya, gak bisa bedain mana cantik alami sama cantik dempulan.” Protes Indira sesaat setelah melihat Namir. “Dia cantik kok.” Ujar Ning membenarkan. “Lo lihat nggak matanya make softlense? Gadis yang hobbynya gonta-ganti softlense lo bilang cantik? Mata udah mirip mata kucing gitu dibilang manis,”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai mata terindah
Baca
+Pustaka
ISTRI SEMPURNA DI HIDUP KEDUA

ISTRI SEMPURNA DI HIDUP KEDUA

Udara segar, wangi manis bercampur embun pagi, seakan membelai setiap helaan napasnya. Maia melangkah pelan, sepatunya menyentuh rumput hijau yang terasa basah, “Di mana aku…?” bisiknya. Untuk sesaat, dia nyaris lupa semua pertarungan, darah, dan sumpah setia yang lahir dari kegelapan. Yang ada hanyalah keindahan ini—hening, damai, terlalu indah untuk dipercaya. “Di sini… cantik sekali.” Sepasang matanya bergetar, “Apa ini… surga?”
1028.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 721 kali sebagai mata terindah
Baca
+Pustaka
Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

“Istri Abang yang paling cantik sedunia...” Kali ini Mataya melirik sekilas, lalu kembali memalingkan wajah. Dante langsung tersenyum puas. “Lihat, kan? Berarti masih mau lihat Abang.” “Siapa bilang?” “Matanya tadi melihat Abang.” “Cuma kebetulan.” “Kalau begitu, Abang harus bikin kebetulannya lebih sering.” Mataya mendesah kasar. “Abang jangan mulai deh.”
1066.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai mata terindah
Baca
+Pustaka
Wanita Bermata Hijau

Wanita Bermata Hijau

Apa masih sakit? Sesampainya di kelas, Jasmine tidak bisa berkonsentrasi dalam belajar hanya ada rasa kantuk. Lama kelamaan mata tidak bisa melawan rasa kantuk. Dia pun tertidur pulas. Seketika dia sudah berada di dalam mimpi. Di tengah gurun pasir yang gersang, awan mendung yang sendu, dan angin kencang menerbangkan pasir yang halus. Dia menengok kiri dan kanan tidak ada seorang pun. Hanya ada Jasmine. Ketika berdiri, di depan ada sesosok wanita memakai gaun hitam yang mendekatinya. Wanita itu mengamati orang yang ada dihadapannya dari atas kepala sampai ke ujung kaki. Tiba-tiba sosok itu sudah ada di belakang Jasmine sambil memeluknya perlahan membisikan, “Kamu begitu cantik, Kamu memiliki
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai mata terindah
Baca
+Pustaka
Mutiara Hati Yang Terabaikan

Mutiara Hati Yang Terabaikan

Erika menangis tanpa suara. Raden melanjutkan, “Aku dulu mengira mutiara hati adalah perempuan yang cantik, sehat, kaya, dan bisa memenuhi semua keinginanku. Sekarang aku mengerti, mutiara hati adalah orang yang tetap memiliki cahaya meski diperlakukan buruk. Erika adalah mutiara hati yang selama ini kuabaikan.” Tidak ada tepuk tangan. Tidak ada sorakan. Jamaah hanya terdiam, sebagian menundukkan kepala. Pengakuan itu terlalu berat untuk dirayakan.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai mata terindah
Baca
+Pustaka
Air Mata di Hari Persandingan

Air Mata di Hari Persandingan

Apakah itu semua tak layak untukku, Allah, ataukah dia yang terlalu sempurna, lalu diriku yang terlalu hina? Aisyah menyeka airmata yang mengalir deras di pipinya, lalu ia pun segera meraih ponselnya yang tiba-tiba bergetar. "Assalamu'alaikum, Ma," ucap Aisyah menyapa mama mertua yang menghubunginya itu. "Ai, apa Bram nggak ada di rumah sekarang? Mama hubungin kok nggak direspon?" "Mas Bram keluar sebentar, Ma."
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai mata terindah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status