Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Janda Laila

Janda Laila

Menyuruhku menjemputnya di restoran tempat Ibu dan teman arisannya berkumpul. Awalnya malas, tapi Ibu tetap saja memaksa. Akhirnya mau tak mau datang ke sana. Tiba di restoran, ternyata Ibu mengenalkanku dengan seorang wanita keturunan Indo-Korea. Namanya Meyla Chan. Ibu bilang sih, pengusaha berlian. Lebih tajir dari pada Laila. Pertemuan pertama kami tidak berlangsung lama, hanya beberapa menit. Karena si Meyla ada telepon yang mengharuskannya pulang lebih dulu.
9.8149.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai maureen daryanani
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Safira Aswanta

Safira Aswanta

"Waah… Kakak baru kali ini melihat kamu sangat ingin mengetahui tetang seorang wanita. Apakah kamu sebegitu tertariknya dengan gadis itu? tanya Arlen sambil menggoda adiknya itu. "Oh iya, kamu biasanya sangat pandai berurusan dengan wanita. Kenapa kamu kali ini ditolak? Seumur hidup kakak baru dengar kalau kamu ditolak seorang gadis…" kata Arlen sambil tertawa. "Bisa nggak sih kakak berhenti bilang kalau aku ditolak...!!! Aku pasti bisa merebut hati dan aku akan buktiin sama kakak kalau aku tidak ditolak" kata Daren sambil teriak ke arah Arlen.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai maureen daryanani
Baca
+Pustaka
DENDAM AMARA

DENDAM AMARA

Dia benar-benar akan menyadarkan di mana posisi perempuan itu sebenarnya. *** Kampus hari itu benar-benar dibuat gempar oleh Amara. Penampilan barunya membius semua orang. Sangat berkelas dan elegan. Amara memang cukup populer sebelumnya. Gaya berpakaiannya memang sedikit tidak enak dipandang apalagi kepribadiannya. Tapi bukan berarti wajah cantiknya tidak ada yang menyadari.
275 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8 kali sebagai maureen daryanani
Baca
+Pustaka
Karrie Karina

Karrie Karina

"Menurut aku sih, dia gak baik—?" "why?" potong Karina tak sabar. Karrie mengelus dada, harus sabar. "Karna, kalau baik ga mungkin dia kasi yang begituan, merusak." "Yak! Setuju!" sorak Fanny setuju. Karrie yang awalnya bangga kini pudar, karna Fanny setuju pada komentar salah satu juri dangdut di televisi. "Abaikan aja," kata Karina. "Kalau informasi yang dikasi peneror itu?"
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai maureen daryanani
Baca
+Pustaka
Pelakor Untuk Balas Dendam

Pelakor Untuk Balas Dendam

Tapi kenapa perempuan itu selangkah lebih cepat darinya, dan Darwin tidak memiliki rencana cadangan. "Kamu di mana? Serahkan Serayu dalam keadaan utuh, jangan kamu sentuh sehelai dari rambutnya, akan kubunuh kau!" "Aku kirimkan lokasinya, kalau kau datang bersama orang lain, akan aku bunuh perempuan ini!" kecam Maureen yang sudah kehabisan rasa sabar untuk Darwin. Ia mengerahkan segalanya demi obsesi cintanya itu.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai maureen daryanani
Baca
+Pustaka
Masa Iddah yang Ternoda

Masa Iddah yang Ternoda

Jarak mereka yang cukup dekat membuat laki-laki itu bisa menyimak apa yang diperbincangkan. Melihat banyak pasang mata dengan pandangan ingin tahu kepada Dyara, Annisa berinisiatif memperkenalkan. Maklum, wanita itu memang cantik bak Ayana Moon, artis Korea yang sudah menjadi muallaf itu. "Ini Mbak Dyara. Dia teman suami saya," jelas Annisa. Beberapa orang mengehentikan makan dan menyapanya. Begitu mata Dyara bertatapan dengan Andra, wanita itu segera menundukkan pandangan.
1063.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai maureen daryanani
Baca
+Pustaka
SUSAN

SUSAN

Namaku Susan, dulu aku bekerja sebagai sekertaris dewan direksi di sebuah perusahaan farmasi ternama. Banyak teman seangkatanku yang menganggapku beruntung dengan jenjang karirku yang luar biasa cepat di perusahaan. Tapi taksedikit pula yang iri dan lebih suka berpikiran picik bahwa aku hanya sekedar memanfaatkan kelebihan fisikku untuk menggait perhatian atasanku.
1070.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai maureen daryanani
Baca
+Pustaka
LAILA

LAILA

Aku segera duduk di kursi di depan mejanya, "Banyak hal yang ingin ku tanyakan, kenapa sikap bawahanmu aneh? sebenarnya perusahaan kamu bergerak di bidang apa? dan kenapa cewek tadi menangis setelah menemuimu?" Fernan berdiri dan menuju belakang kursinya lalu menatap kaca yang memperlihatkan pemandangan kumpulan bunga mawar merah dan pepohonan. Sambil membelakangiku dia menjawab, "Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan darah untuk pasien di rumah sakit. Semua bawahanku memiliki golongan darah berbeda-beda dan membuat perusahaan ini memiliki persediaan darah yang lengkap. Mereka bukan bersikap aneh, tapi bersikap menghormatiku. Cewek yang menangis itu adalah salah satu penyedia modal p
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai maureen daryanani
Baca
+Pustaka
Kiara

Kiara

"Bu?" Kiara mengangkat kepalanya untuk menemukan Lala, resepsionis, menatapnya dengan mata cokelat besar seperti piring. Rambutnya tergerai tepat di atas bahunya dan tangannya digenggam di depannya. “Hm?” "Maaf mengganggu tapi seorang wanita di sini untuk menemuimu." "Siapa?" “Katanya namanya Marwah. Dia bersikeras ingin bertemu dengan anda.”
4.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai maureen daryanani
Baca
+Pustaka
Nadira

Nadira

dengusnya memasukan ponsel ke dalam saku celana abu-abunya. Seperti yang kalian dengar, namanya Arjuna Narayan Bagaskara. Entah dari mana nama itu di ambil dan apa alasannya, Arya tidak tahu. Setahunya dua nama di depan nama kebesaran ayahnya adalah nama pemain film india. Mungkin ayah atau ibunya adalah penikmat film tersebut, atau entahlah, pikirnya. Berbicara tentang ibu. Arya jelas menolak ide tersebut. Hal terakhir yang ingin dia bahas adalah perihal wanita yang melahirkannya. Entah bagaimana rasanya belaian tangan seorang ibu.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai maureen daryanani
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status