Mawar Merah Di Ujung Penyesalan
Menghabiskan sisa hidup dalam kesendirian dan kerinduan, untuk menebus dosa yang tidak akan pernah bisa dimaafkan.
Sedangkan Tania, sang mawar merah yang telah melewati badai dan pernah diinjak ke dalam lumpur, akhirnya berhasil melepaskan semua belenggu. Di atas tanah yang penuh cinta dan cahaya matahari yang benar-benar miliknya, dia mekar dengan indah, memancarkan cahayanya sendiri yang paling cemerlang dan mempesona.
Waktu pun berlalu, mulai saat ini, masing-masing menjalani hidup dengan baik ....