Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dermaga Penantian

Dermaga Penantian

tanyanya. "Ah, kalau itu sering ... hampir tiap hari." "Boleh aku minta nomor dia?" "Eee itu," ibu Damas tampak berpikir, "Damas nggak punya hape ... dia nelpon ibu pakek nomor tempat dia kerja." Ibu Damas beralasan. "Bisa bangun rumah, tapi nggak bisa beli hape, ya." "Kamu ngomong apa?" tanya ibu Damas, ia tidak dapat mendengar apa yang Nayla katakan karena gadis itu seperti berbisik.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
Lidah Menantu

Lidah Menantu

Kenapa bisa ada pil kb di tong sampah. Aku kembali ke kamar. Kepalaku tiba-tiba pusing memikirkan temuanku tadi. Drrt drrt drrt. Gawaiku bergetar. Kulihat ada panggilan masuk. Ternyata Wita. "Assalamu'alaikum, Nduk." Kujawab panggilan dari Wita. "Wa'alaikumsalam, Mak. Mak dah tidur? Wita ganggu Mak, ya?"
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
Pesan WA Paman Membawaku Menjadi Wanita Sukses

Pesan WA Paman Membawaku Menjadi Wanita Sukses

"Iya, Met! Hati-hati di jalan, ingat pesan Mbak!" "Mbak, aku juga minta maaf ya sudah berniat nggak baik sama kalian. Terima kasih atas pemberian Mbak, aku senang memakainya," sambung Bulik Marni yang akhirnya mau clear dan minta maaf. Pemberian yang dimaksudnya adalah Ibu memberi satu set gamis cantik yang masih baru untuk Bulik Marni. Sementara Risa hanya cuek saja, wajahnya cemberut karena tidak mendapat apa-apa. Ya siapa suruh dia paling berniat jahat bahkan untuk merebut Mas Adit. Maka balasannya dia tidak mendapatkan apapun.
21.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 527 kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
PENARI ITU WANITAKU

PENARI ITU WANITAKU

* * Keesokan harinya "Serius ini tempatnya?" tanya seorang wanita kepada pria yang berada disampingnya. Mereka baru saja sampai tepat di depan suatu gedung perusahaan yang sangat terkenal. Mereka menatapinya saat mereka masih berada di dalam mobil. Pria yang disampingnya membuka kacamata hitamnya dan mengamati bangunan gedung yang megah dan besar itu. Dia kemudian mengangguk.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
Godaan Panas Pegawai Magang

Godaan Panas Pegawai Magang

Apakah Pak Wan menyembunyikan sesuatu dariku? *** Satu minggu berlalu. Aku tidak mendapat kabar apa pun dari Mas Yuan ataupun Pak Wan, tapi dari apa yang kulihat di layar televisi hari ini... Sepertinya pertemuan mereka bukan hanya sudah terlaksana, tetapi juga membuahkan hasil besar. Berita nasional menayangkan penggusuran besar-besaran di kawasan kumuh, dengan alasan penataan kota. Alasan klasik.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
MENJADI ORANG KEDUA

MENJADI ORANG KEDUA

Mbak Miska membuka lembaran berkas yang harus ku bubuhi tanda tangan. "Sama satu lagi di sini." Ucapnya yang tersenyum begitu berkas kembali dalam pelukan. "Akhirnya, shiping perdana ke Malaysia tinggal ngitung hari." Aku yang meletakkan pulpen pada tempatnya menatapi wanita beranak satu yang belum ingin keluar dari ruanganku. Ia bahkan menatap pintu yang membuatku menarik nafas saat melihat beberapa kepala mencuri dengar, "bonus kalian turun pas hari H."
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas

Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas

Kubuat Kamu Dan Selingkuhanmu Menyesal Part 48: Kehadiran Mak Yeni "Assalamualaikum, permisi!" panggil Mak Yeni sambil menggedor pagar rumah. Santi tidak menjawab salam dari Mak Yeni. Ia tetap melangkah dan menghampiri wanita itu. "Apa benar ini alamat rumah Santi?" tanya Mak Tenis setelah Santi sudah dekat dengan dia.
1021.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 852 kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
Kukacaukan Acara Keluarga Suamiku

Kukacaukan Acara Keluarga Suamiku

"Bagaimana kabar Mbak Neli dan Tiwi Mas?" "Alhamdulilah, Mbak Neli sudah boleh pulang. Meskipun kondisinya tidak seperti semula. Tapi dia sudah bisa sedikit demi sedikit diajak komunikasi. Kalau Tiwi, sedang hamil besar. Bentar lagi melahirkan. Dia juga titip salam untuk kamu, Dek." "Owalah, iya, Mas. Insyaalloh kapan-kapan aku main ke sana." "Harus main dong, Dek. Kamu gak kangen sama Gibran?"
10134.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai mbak peni gwsm
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status