Istri Lima Belas Ribu
Perempuan yang hari ini memakai gamis maroon itu, mendekat dan langsung duduk di sampingku.
“Mbak, masuk aja, sana. Jangan nguping orang mau bicara, tidak sopan.” Umar langsung mengeluarkan kalimat ketus pada Mbak Wati.
“Lho? Saya di suruh Mbak Nia.”
“Nurut sama saya, saya lelaki, saya pemimpin. Masuk, sana.”
Aku memberi kode pada Mbak Wati untuk masuk ke ruang tamu. Penasaran juga dengan apa yang akan dibicarakan si Umar. Mbak Wati paham dan langsung beranjak.
Chapitres populaires