Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

Kamu udah di mana sih, Chayank. Duh, malang sekali kamu Mbak. Aku tertawa membayangkan wajah Mbak Wenda yang digigiti nyamuk di bawah pohon. Selamat menikmati Mbak. Masih ada banyak kejutan yang aku siapkan buat kamu. Bersambung
1070.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai mbak you
Baca
+Pustaka
Mbak Arsitek Perancang Cinta

Mbak Arsitek Perancang Cinta

Setiba di depan pintu, Mbak Endah membukakan pintu dan membungkuk mempersilahkan kami masuk. Aku memperhatikannya, sebegitukah aturan dengan orang kaya?Setelah aku masuk, sekilas aku melirik Mbak Endah tersenyum kepadaku sambil mengacungkan jempol yang sedikit dia sembunyikan. Aku membalasnya dengan anggukan dan senyum heran dengan apa yang dimaksud. Ruangan ini, lebih indah dengan adanya taman kecil dengan kolam meni yang ada air mancur terbuat dari bambu. Air jatuh ke kuali tanah yang diposisikan seakan tumpah, menimbulkan suara gemercik air.
1091.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai mbak you
Baca
+Pustaka
 LOVE YOU MBAK SANTRI

LOVE YOU MBAK SANTRI

Hari-hari yang sangat melelahkan belakangan ini, ku rebahkan badanku ke kramik. Sekilas bayangan Mbak santri melintas di benakku. Melambaikan tangan dan tersenyum. Cantiknya. Drrttt drrttt "Siapa sih ganggu orang?" grutuku. Segara ku ambil posel yang ada di sampingku. [Kang, buruan kemari]
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai mbak you
Baca
+Pustaka
YANG MISKIN ITU KAMU, MAS!

YANG MISKIN ITU KAMU, MAS!

tanyaku. "Maksud Mbak apa?" tanyanya. "Mbak tahu kamu mencampurkan sesuatu di minuman itu, jadi Mbak pura-pura meminumnya. Tentang gaun itu, kau juga yang sengaja menyuruh orang untuk menumpahkan jus tomat itu, kan?" Belum sempat Risma membantah, Rina datang tergesa-gesa ke arahku. "Non Najwa! Selamat Non, ada kabar baik!" ucapnya sumringah.
9.9230.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.4K kali sebagai mbak you
Baca
+Pustaka
Pelukan Dingin Tuan Muda

Pelukan Dingin Tuan Muda

"Kamu tidak perlu membayar itu dengan uang kamu bisa menggunakan cara lain." "Apa?" Laiba sedikit menjauhkan kepalanya sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dengan mata terbuka lebar "Apa yang kamu pikirkan?" Makky menatap keheranan pada Laiba yang memasang wajah aneh. "Dasar otak mesum," ujar Makky sambil mengetuk kepala Laiba. "Lagi-lagi kamu memukulku lama-lama aku menjadi bodoh," protes Laiba sambil memegang kepalanya.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai mbak you
Baca
+Pustaka
MBOK JAMU SEKSI

MBOK JAMU SEKSI

"Aduh, baek amat ya calon Emak. Eh," "Ekhem!"
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai mbak you
Baca
+Pustaka
Gara-gara Selembar 50 Ribu

Gara-gara Selembar 50 Ribu

ucap si Mas. "Dia bukan anak kecil lagi, Pak! Harus tau sopan santun!" si Mbak masih terlihat sangat kesal. "Badannya doang yang kecil, Pak! Anunya sih besar banget!" timpal Anda. "Apa tuh?" Firman menelan nasinya dengan susah payah mendengar Anda menyebut kata 'anunya'. "Ambeknya!" Anda tertawa terpingkal - pingkal diikuti yang lain. Si Mbak juga ikut tertawa.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai mbak you
Baca
+Pustaka
Berikan Suamimu Untukku, Mbak

Berikan Suamimu Untukku, Mbak

"Aku, aku ...." Kelu sekali lidahku untuk berucap. "Coba bilang lagi kau tidak mengenal Pak Abid. Dia akan membatalkan kerja samanya dengan kita." "Iya deh, Mbak. Benar, Abid temanku. Jangan bilang ke Abid ya Mbak kalau aku tidak mengakuinya sebagai teman." Mbak Alya tertawa terbahak-bahak melihatku ketakutan. "Kenapa kau takut sekali, aku hanya bercanda."
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai mbak you
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status