When I Meet You
“Aku hanya bertnya, mengapa kau antusias sekali,“ balasku setelah memutar bola mata malas. Lee mendelik, kemudian mengerucutkan bibirnya lucu setelah mendapati sang kekasih kembali duduk di sisi kanannya. Ia menatap Joo dengan tatapan yang tak kumengerti seolah sedang merencanakan sesuatu, sial mereka memang pasangan yang selalu kudoaakan terus bertengkar.
“Tempatnya sudah kupesankan, kau bisa bertemu dengan dia sepulang kelas terakhir jam setengah lima sore di caffe Lily.” Joo menjelaskan dengan senyuman jahil yang tak pudar, aku mendelik tidak terima menatap sepasang kekasih did epanku yang kini sedang menikmati raut wajah ketkerkejutanku.
“Tidak, aku harus pulang langsung,” ujarku menolak
Bab Populer