Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PERNIKAHAN yang TERTUKAR

PERNIKAHAN yang TERTUKAR

Di kanan-kiri jalan dan diseluruh area taman, deretan pohon flamboyan berukuran besar dengan bunga yang sedang bermekaran, terlihat padu dengan deretan bunga tulip berwarna-warni yang di tanam di sepanjang tepian sungai Winne. "Hai lihat itu!!" teriak Maeera penuh antusias sembari menunjuk ke arah kerumunan orang yang sedang berkumpul di area taman. Mereka terlihat sedang mengantri masuk ke sebuah event yang di gelar di Yun Garden. Maera berlari kecil menuju kerumunan itu, diikuti Kai yang berjalan pelan di belakangnya. "Special Event Novel "Flower Who Never Blom" Maera membaca tulisan besar yang terpampang di gerbang masuk acara yang berdesain Paifang khas China.
1020.9K viewsOngoingAdded to Library 709 Times as mei hua flower
Read
+Library
Balada Ming Yuan

Balada Ming Yuan

"Peony merah muda." Zhuge Yue memastikan. Dalam hati ia berkata, apa? Bunga Peony? Yang benar saja. Ini bunga teratai! Ya ampun, dikira aku ini pendeta. Sekali lagi! Zhuge Yue tidak ingin mengecewakan Ming Yuan, jadi pria itu tersenyum sambil mengusap puncak kepala Ming Yuan yang terlihat senang. "Terima kasih, aku akan menyimpan ini sebaik mungkin."
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 537 Times as mei hua flower
Read
+Library
TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

Mata mereka bertemu ,sekejap, namun cukup untuk mengguncang isi perut dan dada Hera. “Kenapa kau datang?” suara Hera bergetar, tapi bukan karena takut. Pria itu diam. Ia meletakkan sesuatu di meja, setangkai bunga kamelia merah dan sekeping coklat berbentuk hati dengan pita merah muda diatasnya. Hera menatap bunga itu dengan seksama ia sangat tahu bahwa filosopi bunga kamelia merah melambangkan tentang cinta, gairah, dan keinginan seseorang yang mendalam, mereka sudah mempelajari itu di semester awal.
735 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as mei hua flower
Read
+Library
My Lord Devil

My Lord Devil

Berdasarkan kepandaian dan masa lalu perempuan itu, bukan hal sulit untuk mengetahui segalanya di sana. “Bunga itu indah juga,” kata Wu Mei Xiang mendekat dan menyentuh mawar hitam yang tengah mekar. Sentuhannya begitu tipis dan nyaris tidak kena. Seindah apa pun bunga mawar, tetap saja berduri. “Heh? Kenapa bentuknya sangat aneh? Apakah ini beku?” Wu Mei Xiang menatap dan memeriksa bunga tersebut tanpa lebih banyak menyentuhnya.
9.98.1K viewsCompletedAdded to Library 322 Times as mei hua flower
Read
+Library
Pesona Suami Wasiatku

Pesona Suami Wasiatku

"Kami sudah menyiapkan konsep modern floral sesuai permintaan Tuan Zhang." "Modern floral?" Mei memiringkan kepala. "Tunggu, itu bukan kayak taman bunga di pameran, kan?" "Tidak, Nyonya. Lebih seperti--" "Tunggu dulu," potong Mei Lin cepat. "Aku mau sesuatu yang menggambarkan 'aku'. Boleh gak konsepnya dikombinasikan? Ada bunga pastel, balon putih, dan lampu-lampu seperti festival?"
1.1K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as mei hua flower
Read
+Library
Murid Buangan : Akulah Sang Pewaris Kekuatan Naga Hitam

Murid Buangan : Akulah Sang Pewaris Kekuatan Naga Hitam

Zien Cheng menghentikan langkahnya ketika melewati keranjang bunga dari Senior Bo. "Kau menyukai bunga? Kau memetiknya sendiri?" Gadis itu membulatkan matanya menoleh pada keranjang bunga yang ia taruh sembarang tadinya. Buru-buru Mei An mendekat, lalu menaruh keranjang bunga itu di bawah meja. Ia menatap lekat Zien Cheng yang ada di hadapannya. "Aku memang menyukai bunga. Tapi itu bukan bunga yang aku sukai," sahutnya menyakinkan.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as mei hua flower
Read
+Library
Takdir Di Bawah Langit Naga

Takdir Di Bawah Langit Naga

"Baiklah. Kalau begitu, kami berutang padamu. Sekte ini akan selalu membuka pintunya untukmu, kapan pun kau membutuhkan bantuan." Saat Xiao Feng bersiap untuk pergi, Li Mei menemuinya di gerbang. Ia membawa sebuah bunga anggrek hitam yang diikat dengan pita merah. "Ambillah," kata Li Mei, menyodorkan bunga itu. "Apa ini?" tanya Xiao Feng sambil menerima bunga tersebut. "Anggrek ini adalah simbol dari sekte kami, tetapi lebih dari itu, ini simbol persahabatan. Aku ingin kau mengingatku setiap kali melihatnya."
103.9K viewsCompletedAdded to Library 152 Times as mei hua flower
Read
+Library
Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!

Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!

, pelayan itu mengangguk kagum, sementara dari kejauhan, telinga Mei Lan panas mendengar penjelasan Li Lian. Li Lian kemudian mulai mengeluarkan sebuah wadah kecil berisi bunga-bunga kering yang ia tanam di dekat paviliunnya—bunga yang ia rawat dengan pengetahuan tabibnya untuk menstabilkan darah. Aroma harum yang lembut dan menenangkan seketika menguar saat ia menyeduhnya dengan air panas. "Tuan... lihatlah," rengek Mei Lan sambil mengerucutkan bibirnya, matanya iri melihat betapa cantiknya Li Lian meski hanya duduk di sudut.
1041.6K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as mei hua flower
Read
+Library
Gadis Penjual Bunga dan Pembunuh Bayaran

Gadis Penjual Bunga dan Pembunuh Bayaran

Setelah meneliti sejenak, dia menggeleng, “tidak pernah.” Li Jianli tersenyum. Tentu saja dia belum pernah melihatnya karena semua tanaman ini adalah hasil ciptaannya. Li Jianli berjalan ke balik meja, lalu berkata ke arah kerumunan, “Tuan, Nyonya, dan Nona sekalian, aku ingin memperkenalkan bunga-bunga yang kami miliki di toko Xiyou Hua kami ini,” kata Li Jianli memulai pidatonya. Dia menunjuk ke arah salah satu pot dan mulai menjelaskan, “bisakah kalian melihat bentuk bunganya? Bunga ini berbentuk hati dengan warna merah terang.”
1052.0K viewsOngoingAdded to Library 2.0K Times as mei hua flower
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status