Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Me and My Destiny

Me and My Destiny

Begitu yang samar-samar Kia dengar dari salah satu keluarga Dinda yang sedang mengobrol tadi saat tidak sengaja Kia berpapasan di pintu masuk. Dekorasi ruangan itu bernuansa putih dan cokelat muda. Dengan bunga-bunga segar yang menghiasi setiap sudut ruangan. Kia bisa menghirup dengan jelas aroma bunga sedap malam yang wangi. Di depan pelaminan, terdapat meja dan kursi tempat akan dilangsungkannya akad nikah sebentar lagi. Disana Rian sudah terlihat duduk dengan gagah, tersenyum dengan lebar namun wajahnya terlihat berkeringat di ruangan yang full AC ini.
9.918.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 555 Beses bilang meja akad nikah
Read
+Library
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Jempolnya sudah menunjuk aneka hidangan yang tersedia di salah satu meja, letaknya tak jauh dari ranjang Jelita. "Wah, meskipun di rumah sakit. Acara akad nikahnya Mas Wandra mewah juga," seloroh Pak penghulu. "Ah, bisa saja njenengan, Pak." Wandra tersipu. Sudah seperti anak perawan saja lelaki itu. "Semua, Mama yang siapin, Pak. Jadi, ya, gini hasilnya. Mewah walau di rumah sakit."
104.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 136 Beses bilang meja akad nikah
Read
+Library
Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Selain itu, ia tidak mungkin memperlihatkan keadaannya yang memprihatinkan seperti ini pada orang tuanya. **** Raka sudah tiba di ballroom hotel, tempat berlangsungnya akad nikah yang akan digelar setengah jam lagi. Semua tamu penting dan ada juga saudara dari pihak papanya yang sengaja ia undang untuk menghadiri pesta pernikahan meriahnya bersama Rena. Tidak tanggung-tanggung. Hampir semua pengusaha muda datang di sana. Turut memberi doa dan ucapan selamat atas pernikahan Raka. Pelaminan ala artis kenamaan sudah terpasang dengan begitu sempurna. Berhiaskan bunga melati dan mawar di setiap sudut ruangan. Dekorasi yang sangat bagus dan sempurna. Sesuai dengan keinginan Raka dan juga Rena.
10181.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.8K Beses bilang meja akad nikah
Read
+Library
Telat Nikah

Telat Nikah

Rasti yang duduk tepat di belakang ku, menepuk-nepuk bahu ini. Menoleh kanan kiri, depan belakang, atas dan bawah. Dengan mengucap basmallah, aku mengembuskan napas lega. Ternyata aku masih berada di salah satu stage garden party--menunggu akad pernikahan yang akan dilangsungkan sebentar lagi. "May, kamu baik-baik saja?" Calon mempelai pria menolehku. Mudah-mudahan dia enggak dengar teriakanku tadi, karena sedang asyik mengobrol dengan calon mama mertua.
9.926.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 562 Beses bilang meja akad nikah
Read
+Library
Nikah Tanpa Undangan

Nikah Tanpa Undangan

Restu menjambak rambutnya sendiri, menendang daun pintu yang tak bersalah, emosinya kian meledak-ledak, keinginannya hanya satu, bagaimanapun caranya Kayla harus kembali kedalam dekapannya. Ditempat lain, seorang wanita duduk dikursi panjang, disampingnya ada koper berukuran besar, jari jemarinya terus bergerak menggeser layar handphone memandangi potret indah sepasang manusia menggunakan baju adat pernikahan. Walau terlihat sederhana namun momentnya sangat sakral, bahkan masih terniang hingga detik ini.
1.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 43 Beses bilang meja akad nikah
Read
+Library
Mendadak Nikah

Mendadak Nikah

balas Niken. “Ck, kamu ini.” Elsa menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang baru saja Niken katakan. “Maaf apa kalian sudah selesai mengobrol?” tanya seorang tamu yang ada di sana. “Kami juga ingin memberikan selamat pada kedua pengantin baru itu,” lanjutnya. Niken dan Elsa sama-sama melihat antrian panjang yang ada di belakang Niken. “Ops, maaf.” Niken segera menyingkir dari hadapan Elsa. “Dah, sampai nanti. Sekali lagi selamat untuk pernikahan kalian,” ucap Niken sebelum pergi dari tempat itu.
1010.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 363 Beses bilang meja akad nikah
Read
+Library
Karma : Kupermalukan di Akad Nikahnya

Karma : Kupermalukan di Akad Nikahnya

ucapnya setengah berbisik. "Terima kasih," balasku. "Aku ingin menggenggam tanganmu, tapi aku tahu waktunya tidak tepat," lanjutnya. "Acara akan di mulai, berhentilah bicara," ujarku sambil mengisyaratkan kedatangan wali dan penghulu. * "Saya terima nikahnya Sakinah Binti Prayitno dengan Mas Kawin seperangkat alat shalat dan emas seberat sepuluh gram dibayar, tunai!"
1095.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.5K Beses bilang meja akad nikah
Ipakita ang mga Review (10)
Read
+Library
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Nur
berharap ada produser yg melirik novel ini dan bisa di film kan, jujur novel mu ini keren banget mbak. aku tipe orang yg sulit memfavoritkan sebuah novel. dan sejauh ini, aku hanya memfavoritkan dua novel, salah satunya di upp orange, dan ke dua novel ini. sebab novel kalian risetnya dalam.
Basahin ang Lahat ng Review
Madu Suamiku

Madu Suamiku

"Aku... aku juga bersedia, Pak." ​Di dalam ruangan ICU yang dingin dan mencekam itu, dengan disaksikan oleh mesin-mesin yang terus berbunyi nyaring, prosesi akad nikah yang paling memilukan pun dimulai. Pria paruh baya berpeci itu segera memosisikan diri. Dani dengan cekatan menggelar selembar kain putih bersih di atas meja dorong medis untuk dijadikan alas darurat. Tidak ada dekorasi, tidak ada mahar mewah, tidak ada senyum bahagia. Ruangan itu hanya dipenuhi aroma antiseptik yang pekat dan bunyian konstan mesin jantung yang terus berkejaran dengan waktu.
8.220.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 649 Beses bilang meja akad nikah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status