SENDIAKALA
Aku keluar dari kamar dengan didampingi oleh ibu, langkah aku pelan tapi mantap di atas karpet merah yang hanya dipakai untuk acara penting seperti ini.
Di tengah halaman, di bawah pohon beringin besar yang dulu sering jadi tempat berkumpul keluarga, sudah disiapkan sebuah meja kecil dengan kain sutra merah tua. Yang akan melaksanakan akad adalah Kyai Hasan dari pesantren tempat aku belajar dan mengajar. Ia adalah orang yang sudah mengenalku sejak kecil, dan juga pernah menjadi teman bicara Bapak sebelum wafat. Wajahnya yang penuh kedalaman dan janggut putih yang panjang membuatnya tampak sangat berwibawa. Ia berdiri di depan meja dan memulai acara dengan membaca ayat suci Al-Qur’an yang mem
Bab Populer