Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku
Aku mendapatkan kunci kamar 205 di lantai dua.
Kamarnya kecil, hanya sekitar 3x4 meter, cukup untuk satu orang, dengan tempat tidur single berbalut sprei biru muda yang sudah pudar, lemari kayu sederhana, meja kecil, dan kursi plastik. Jendela menghadap ke jalan raya yang mulai ramai dengan hiruk pikuk kendaraan pagi. Aku meletakkan tasku yang berisi pakaian di sudut kamar, di atas lantai keramik dingin, lalu memeriksa ponselku dengan tangan yang sedikit bergetar.