Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kehormatan Yang Terenggut

Kehormatan Yang Terenggut

"Maaf, bukan maksudku untuk _," Belum sempat Ariel melanjutkan perkataannya. Gadis itu pergi begitu saja. Rasa benci, kesal, dan malu bercampur jadi satu memenuhi dadanya. Ariel tidak mampu menghentikan Aisyah. Egonya masih tertanam. Apa kata kru nya nanti, jika melihatnya mengejar Aisyah yang hanya sekedar asisten make up artisnya. ---Bersambung---
1014.6K viewsCompletedAdded to Library 335 Times as memalukan
Read
+Library
Terjebak Bersama Wanita Gila

Terjebak Bersama Wanita Gila

Rasa sakit yang dirasakan akibat jatuh itu tidak seberapa dibanding rasa malunya di hadapan Maya. “Sialan!” umpat Yoppy sembari menarik selimut dan bergegas melangkah ke kamar mandi. “Apa Lo bilang? Sialan? Gak tahu diri banget Lo ya. Udah baik gue mau nolongin, tapi masih aja lo kasih umpatan ke gue.” Ternyata Maya mendengar umpatan Yoppy. Maya berpikir umpatan yang keluar dari mulut Yoppy adalah untuk dirinya. Padahal, itu adalah umpatan untuk diri sendiri atas kebodohannya yang membuat malu di depan Mata.
108.7K viewsOngoingAdded to Library 347 Times as memalukan
Read
+Library
Istri Baru Untuk Om Duda

Istri Baru Untuk Om Duda

“Kamu lupa ya?” “Iya.” Satu kata itu cukup untuk menekan sesuatu di dalam dirinya. Ada rasa bersalah yang menyusup perlahan. Bukan ledakan, melainkan genangan yang memalukan. Ia menelan ludah, seolah bisa menelan perasaan itu bersamanya. “Maaf,” katanya akhirnya.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as memalukan
Read
+Library
Kesalahan Satu Malam: Jangan Berhenti, Tuan Veldric!

Kesalahan Satu Malam: Jangan Berhenti, Tuan Veldric!

Padahal jelas pria itu sangat menikmati kesalahan tersebut. Mengingat bagaimana dirinya tadi begitu berinisiatif menyerahkan dirinya, Reina ingin sekali menenggelamkan diri ke dasar bumi saat ini juga. Rasa malu yang luar biasa merambat cepat, mencekik suaranya. Ia pun menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. ‘ARGH! Kenapa aku bisa sebodoh itu sih?! Memalukan sekali!’ batin Reina seraya menghentakkan kedua kakinya dengan frustrasi.
9.844.0K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as memalukan
Read
+Library
Sentuh Aku, Pak Mentor

Sentuh Aku, Pak Mentor

“Aku bahkan tidak bisa menatapnya. Aku ingin, tapi tubuhku menolak. Rasanya seperti … rasa takut yang tidak punya bentuk.” John meletakkan pena di meja. “Dan apa yang kau rasakan sekarang saat menceritakannya?” “Marah. Kecewa pada diri sendiri. Dan malu,” jawabnya dengan pelan sambil menggigit bibirnya karena gugup. “Kenapa malu?” tanyanya sambil menaikan alisnya sedikit. “Karena aku seharusnya bisa memperbaikinya. Aku sudah mencoba semuanya—”
1010.7K viewsCompletedAdded to Library 320 Times as memalukan
Read
+Library
Cinta Pertama Pak Mayor

Cinta Pertama Pak Mayor

Tatapannya dingin, suaranya tenang namun menusuk. “Kau tahu, Mel?” Gianina menatap lurus ke adiknya. “Aku sudah cukup lama hidup dengan rasa malu, rasa kalah, rasa dibuang. Tapi hari ini aku sadar—aku masih punya sesuatu yang lebih berharga dari semua undangan mewahmu itu.” Kamelia mengangkat alis, mencoba tersenyum meremehkan. “Oh ya? Apa itu?”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as memalukan
Read
+Library
MAAF! AKU CACAT

MAAF! AKU CACAT

tawarnya. “Lah, kenapa minta bantuan Melga?" seru Amel sebelum aku bisa menanggapi. "Dia ‘kan cacat.” “Yang cacat ‘kan kakinya, bukan otaknya." Permainan kata yang bagus. Jawaban Manda mampu membungkam mulut lancang Amel. Gadis itu harus belajar menghargai orang lain. Melga memang penyandang disabilitas, tapi bukan berarti layak dijadikan sasaran bullying. Tidak ada satu pun manusia yang pantas menjadi korban.
10932 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as memalukan
Read
+Library
Tidak Semudah itu Melupakanmu

Tidak Semudah itu Melupakanmu

Pak! “Dasar wanita tidak tahu malu. Kamu masih berani melawan! kamu tidak dibutuhkan di sini lagi, tidak berguna sama sekali, pergilah kamu hanya membuat keluarga ini malu di mata tetangga ,” ucap wanita paruh baya itu dengan geram.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as memalukan
Read
+Library
Terikat Tatapan Pak Dosen

Terikat Tatapan Pak Dosen

"Lihat, teman-teman. Kepala menunduk, bahu merosot, dan gestur self touching adalah tanda-tanda klasik rasa malu atau bersalah. Sangat jelas, bukan?" "Skenario kedua," lanjut Khai, nada suaranya sedikit berubah menjadi lebih menggoda. "Kamu baru saja melihat seorang dosen tampan keluar dari ruang dosen, sementara kamu sedang buru-buru menyelinap masuk ke toilet wanita. Bagaimana ekspresi 'terkejut' bercampur 'malu'?"
688 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as memalukan
Read
+Library
KARMA PERSELINGKUHAN AYAH

KARMA PERSELINGKUHAN AYAH

jawabku sesopan mungkin. Dari luar terdengar deru mobil Pak Satpam kembali dengan barang-barang yang dibawanya tadi. “Ambillah, Al. Sebagai tanda permintaan maaf Ibu karena sudah membuat malu keluargamu dan mungkin juga sangat melukai perasaan kakek nenekmu.” Malu? Aku tidak malu. Mungkin sebagian banyak orang akan malu jika pertunangannya kandas, tapi kalau kasusnya sepertiku maka untuk apa malu dari pada diteruskan akan banyak membawa dampak buruk.
1068.1K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as memalukan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status