Istri yang Kau Sia-siakan, Dilamar CEO Tampan
ujar Mutia dengan suara semanis mungkin.
"Um, manis sekali mulut mu itu, jadi pingin aku cicipi," jawab Diaz sambil memiringkan wajahnya, senyum terkulum lelaki itu sungguh membuat Mutia pengen melempar jus ditangannya ke kepala lelaki itu.
'Sabar ... sabar,' batin Mutia menguatkan diri sendiri.
"Bibirnya jangan cemberut begitu, kamu sengaja menggoda aku, ya? kalau bibirmu manyun begitu, aku jadi ingin mengecupnya!"