Why Not?
“Dimaafkan. Bantu habisin makanan ini, Nad, terus kita pulang. Gue pengin tidur, capek.”
Tanpa banyak bicara Nadira segera melakukan apa yang Rheyner pinta. Ia juga ingin segera pulang. Ia sama lelahnya seperti Rheyner. Namun, Nadira tidak tahu bahwa makna dari kata ‘capek’ yang Rheyner lontarkan berbeda dari capek versinya. Nadira tidak tahu kalau Rheyner capek menunda-nunda sesuatu yang sangat ingin ia lakukan sejak pulang dari Jepang. Pelan Rheyner mendesah, ternyata meski sudah membawa Nadira ke kafe rencananya belum juga bisa terealisasi. Waktunya masih kurang tepat.
***
Bab Populer