Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas

Kehidupan Kedua: Istri Pangeran Cacat Menuntut Balas

“Saya Mei. Baru kemarin sampai ke sini untuk berlibur. Ternyata Kekaisaran Qin sangat indah, ya.” Ming Hao tersenyum lebar melihat sapaannya disambut dengan baik. “Saya Ming Hao. Bagaimana saya mengajak berkeliling? Saya sangat kenal semua seluk belik Ibu kota.” Bihua Meiying terkekeh pelan. “Kalau begitu, saya akan merepotkan Tuan muda Ming Hao,” ujarnya. “Tidak perlu sungkan. Panggil saja saya Ming Hao.”
1039.6K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as meng hao
Show Reviews (13)
Read
+Library
Rifda Nafisha
baru nemu & seru critanya...auto maraton bacanya, wkwkwkwkwkwk jangan lupa up tiap hari ya othor,,, banyakin! awas aja kalo shari cuma sbiji hahahahi, minim 2-3bab lah ya,, klo perlu skali up 5bab & khusus weekend crazy up 10bab (bukan ngatur ya, berharap dg nada selembut kapas) 7 Okt 25
rifdanafisha
aahhh seru bacaya ga kerasa dari kmaren sore - jm 10 pagi ini baru kelar 41bab... sukak sm othor yg skali up 5bab wkwkwkw smoga konsisten ya. jangan lupa crazy up 10 bab di weekend hehehe semamgat berkarya... 08 Okt 25
Read All Reviews
Kultivasi abadi

Kultivasi abadi

seru Mu Yue sambil menengok ke arah datangnya serangan itu, dan netra matanya membulat saat mendapati sosok yang dia kenal tengah duduk di atas sebuah batu besar. Meng Hao, dialah orang itu. Seorang murid dalam yang kekuatannya sudah berada di tingkatan jendral, satu tingkat di atas kekuatan Gu Lang. Tapi meski begitu, kesenjangan antar tingkatan memang sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan kesenjangan antar level dan hal itu pastinya akan membuat Gu Lang kewalahan jika harus melawannya, apalagi masih ada Mu Yue di sana yang pasti akan membuatnya kalah jika harus bertarung dua lawan satu seperti itu.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 184 Times as meng hao
Read
+Library
Hayu

Hayu

“Candra!” Dia menoleh, suara itu adalah suara mamanya. Segera candra berdiri dan menyongsongnya. “Ma, kok, tumben Mama ada di sini, ayo makan siang bersama kami,” ajak Candra pada mamanya. Hayu pun berdiri menyalami Mama Candra, Selamat Siang, Bu.”
105.1K viewsCompletedAdded to Library 143 Times as meng hao
Read
+Library
HYANG YUDA

HYANG YUDA

Hyang Yuda berbicara lagi tanpa disadarinya. Aku. . . Hyang Yuda, Dewa Perang yang Agung dari Amaraloka. Apa yang terjadi pada mulutku ini? Mulutku berbicara sendiri dan mengucap nama – nama asing yang tidak kukenali dengan mudahnya. Siapa itu Ranggalawe? Siapa itu Mahisa Anabrang dan siapa pula Mahapatih Nambi itu? Aku tidak mengenalnya dan yang lebih mengherankan lagi. . . tak satupun dari nama itu salah diucapkan oleh mulutku ini. . . Apakah aku sekarang punya kemampuan lain untuk meramal?
104.6K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as meng hao
Read
+Library
Sang Junjungan

Sang Junjungan

Buru-buru kubersihkan dan membalutnya dengan plester khusus luka ringan. "Siang, Mbak!" Suara berat menyapa saat aku menikmati manisnya mangga simanalagi di teras rumah. Sesosok pria bertubuh besar, berkulit hitam, berdiri di depanku. Sikapnya sopan, aku mengenali nya karena pernah melihatnya dulu saat mengantarkan Bang Adi di ujung jalan sana. Mas Gondo, itu nama yang disebutkan suamiku.
108.1K viewsOngoingAdded to Library 322 Times as meng hao
Read
+Library
Handa

Handa

Yen dirimu lebih sayang arek kae Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung di goleki pas atimu perih Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung dibutuhno pas atimu loro Aku ngalah dudu mergo aku wes ra sayang Aku mundur dudu mergo tresnoku wes ilang Nanging aku iki ngerteni Yen dirimu lebih sayang arek kae Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung di goleki pas atimu perih Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung dibutuhno pas atimu loro Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung di goleki pas atimu perih Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung dibutuhno pas atimu loro"
1034.5K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as meng hao
Read
+Library
Shen Xiao

Shen Xiao

"Nikmat sekali 'kan? Kota ini tidak diragukan lagi soal makanan." Shen Xiao tak menunjukkan reaksi apapun melihat seseorang tersebut yang tak lain Zhang Cheng. Shen Xiao malah kembali menyeruput mie supnya di hadapan wajah Zhang Cheng yang cukup dekat dengannya. Sampai kuang mie terkena menyiprat wajahnya. Untung Zhang Cheng cepat memejamkan matanya, jika tidak mungkin matanya akan terkena juga. Zhang Cheng berusaha bersabar mengelap wajahnya yang terciprat kuah mie sup Shen Xiao dan tentu ia sedikit menjaga jarak dengan Shen Xiao agar tak kena lagi.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 142 Times as meng hao
Read
+Library
Me

Me

Nada gadis itu cukup tinggi, hal itu membuat orang- orang disekitar menatap kearah Lea. “ Jadi, hal apa yang kamu maksud?” ucap Lea yang membelakangi gadis tersebut. “ Tidak usah repot. Aku hanya ingin kamu membelikanku beberapa buah roti dan cemilan saat istirahat dan ingat namaku adalah Hannya.” Sambung gadis itu. “ Baiklah. Tapi, aku tidak butuh namamu.” Sambung Lea dan menggoyangkan tubuhnya hingga membuat genggaman Hannya terlepas.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as meng hao
Read
+Library
Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

Terlahir Kembali Menjadi Karakter Pendukung dalam Novel

tanya Hao Zhengyang. “Aku suka kamu, tapi aku tidak suka ibumu!” jawab Maimiao dengan sengaja menggunakan homofon. Dia bukan orang bodoh. Bahkan sebelum He Chunhua mencari tahu, Maimiao sudah terlebih dahulu bertanya-tanya. Dia tahu ibunya Hao Zhengyang suka calon menantu yang sepadan secara status. Kalau bukan karena dia memang suka Hao Zhengyang, dan karena Hao Zhengyang memperlakukannya dengan sangat baik, dia tidak akan menunggu-nunggu pria ini menyatakan perasaannya.
5.9K viewsCompletedAdded to Library 199 Times as meng hao
Read
+Library
KEMBALINYA RAJA BAJAK LAUT

KEMBALINYA RAJA BAJAK LAUT

Mei Ling ingin memastikan, meskipun cara bicaranya mengingatkannya kepada Sagara kakaknya. “Seandainya ada Huang Ling di sini, semua akan terasa bahagia!” ucap Zhang Hao yang senang dengan semua orang yang kini sudah berkumpul. Namun Si Mata Picak hanya diam, beberapa saat kemudian baru menjelaskan bahwa dia adalah orang yang dianggap mati sekitar sepuluh tahun yang lalu. Si Mata Picak kemudian menjelaskan tentang semua yang terjadi. Begitu juga dengan Mei Ling, tak ada yang disembunyikan. A Ling sebenarnya nama Mandarin dari Zhang Hao, dia dia sebenarnya memiliki nama asli yang berasal dari Pulau Selatan.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as meng hao
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status