Gadis Kesayangan Tuan Adrian
Bentuknya, warnanya, bahkan pita kecil yang mengikatnya, semua tampak serupa.
Hanya satu yang berbeda. Aku tidak menulis catatan panjang hari ini.
Di selembar kertas kecil, aku hanya menuliskan satu kalimat pendek dengan tinta hitam. “Semoga Tuan menyukainya.”
Aku melipatnya rapi dan menyelipkannya di tempat yang sama seperti biasa. Lalu kututup kotak makan itu perlahan, seolah memastikan tidak ada yang tertinggal atau berpindah tangan sebelum waktunya.