Desah Di Kamar Sebelah
“Sudahlah. Percuma juga menjelaskan padamu. Dari nada bicaramu saja, sudah ketahuan kalau kamu kurang suka pada Lia. Memang begitu Ris, ipar sama ipar perempuan. Sering ada kles. Namun, Mama rasanya tidak setuju dengan sikapmu. Tahu-tahu dirilah, Ris. Kamu dinikahi oleh seorang yang terhormat untuk mengangkat derajatmu dan derajat orangtuamu, lho. Apa susahnya, sih, juga menghargai keluarga suamimu? Mama kurang suka dengan tingkahmu yang tidak sopan hari ini.”
Deg! Rasanya aku sangat tertampar dengan ucapan Mama. Mengangkat derajatku? Apakah ada yang salah dengan derajatku di masa lalu memangnya? Hanya karena aku dari kalangan biasa … lantas derajatku rendah di mata Mama?