BRONDONG TENGIL BU DOSEN!
"Kata Ibu, cucu laki-laki dari anak pertama laki-laki adalah simbol kehormatan. Yang akan mengangkat harkat, derajat dan martabat keluarga kami, seperti waktu almarhum Bapak masih hidup."
Cipto mengangkat dagu Mayang, untuk kembali menatapnya. "Mayang ... bukan cuma tentang kita. Ini juga tentang mengembalikan nama besar keluarga Syarif.
"Mas ..." lirih Mayang.
"Mas tahu ... ini pasti sulit buat kamu. Tapi boleh, kan? Boleh kalau Mas berbakti kepada orang tua, dengan memberikan Ibu seorang cucu?"