Aku (Bukan) Istri Pilihan
“Baik, semoga sukses, ya, Kak!”
“Ok, kamu sehat, kan, In?”
“Sehat, Kak Jo.”
“Terus, kenapa enggak ke butik tadi?”
“Besok aku cerita, ok?”
“Ok, selamat istirahat!”
“Kakak juga!”
Kucoba untuk memejamkan mata sekarang. Melupakan semua masalah dan kepenatan. Harus istirahat yang cukup, tubuhku juga masih sangat lemas. Apalgi setealh mengkonsumsi vitamin dari Dokter kandungan di rumah sakit tadi, mataku serasa diberi lem perekat karena kantuk mulai menyerang.
Hot Chapters