Pura-Pura Buta
Rapat berjalan lancar.
Setelah dari rapat, aku kembali ke ruang kerja. Kuputuskan untuk lembur di kantor ditemani Siska. Ada juga beberapa karyawan yang ikut lembur. Ingin membawa pekerjaan ke rumah, takut tidak terjamah. Entah kenapa akhir-akhir ini mata ini cepat lelah. Mengantuk, rasanya ingin dibawa tidur saja. Mungkin salahku juga karena sampai sekarang, mata ini belum sempat untuk diperiksakan lagi. Aku tidak tahu bagaimana perkembangannya setelah sembuh dari kebutaan. Tidak ada waktu, banyak tersita oleh pekerjaan di kantor.
"Bu." Aku mendongak menatap Siska. Sorot mataku bertanya.