Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

“Orang tua kamu tau soal ini?” Mentari menggeleng. “Saya nggak mau bikin mereka cemas. Soalnya, hal yang memicu rasa panik saya di tengah kerumunan ini juga udah lama banget. Dan lagi, nggak selalu kambuh, kok. Hanya kalau benar-benar ramai aja. Buktinya kalau di kantor, saya baik-baik aja, kan? Tapi emang kalau lagi kambuh kayak sekarang, saya suka cemas, takut dan napas saya jadi agak sesak sedikit.” Mentari terkekeh pelan dan menarik napas panjang. “Bahkan tangan saya terasa dingin sekarang. Oh, tapi kak Gerhana sama Samudra tau soal ini. Dan sekarang, jadi bertiga sama Bapak.” “Biar saya tebak,” kata Senja kemudian. “Kamu pernah terpisah dari keluarga kamu dan tersesat di tengah banyak o
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai mengapa tidak boleh panik saat tersesat
Baca
+Pustaka
Sang Pengaman

Sang Pengaman

Tapi demi keselamatan, Ato melakukan hal itu seperti tanpa beban yang cukup berarti. Rasa panik yang teramat sangat sudah menjalar pada seluruh bagian tubuh Ato. Akibat kepanikan itu, Ato menjadi tak sadar bahwa ia sudah meninggalkan ponsel miliknya. Hal tersebut disebabkan karena Ato kurang apik dalam menyimpan barang miliknya itu. Kehilangan benda yang merupakan alat komunikasi jarak jauh itu, menjadikan masalah Ato bertambah rumit.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai mengapa tidak boleh panik saat tersesat
Baca
+Pustaka
Yes, I Do

Yes, I Do

Kalau dia tidak menjaga keseimbangan dengan baik, bisa-bisa dia jatuh saat MRT tiba-tiba belok atau berhenti. Tanpa memberikan jawab, Cheryl langsung duduk dan membiarkan aku tetap berdiri bersama Keenan. “Kamu bisa menyetir mobil, Li?” tanya Keenan. Jelas ini pertanyaan random. “Tidak bisa,” ringisku. “Aku saja lebih suka jalan kaki atau naik transportasi umum,” ujar Keenan. “Bukan begitu. Aku ini penakut dan mudah tidak fokus. Takutnya malah menabrak orang tidak bersalah,” jelasku.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai mengapa tidak boleh panik saat tersesat
Baca
+Pustaka
Kama Sutra

Kama Sutra

Seperti sedang menahan rasa takut di tengah kerongkongannya. “Kau kenapa? Kenapa seperti sedang panik begitu, Nak? Katakan pada ibu, saat ini kau di mana. Biar ibu menjemputmu.” “Tidak, tidak. Sebaiknya ibu istirahat saja.” “Kau yakin?” “Yakin, Bu.”
10117.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai mengapa tidak boleh panik saat tersesat
Tampilkan Ulasan (61)
Baca
+Pustaka
Lasma Wati
akhirnya ending juga ... makasi kk novelnya bagus banget , smoga kama tenang disana dan sutra dan anak anaknya ikhlas. kama pergi hadir lagi kama junior .......... sukses karya ,sukses juga bikin aku kebawa suasaba saat baca...
Jw Hasya
Terima masih untuk pembaca KamaSutra, berkat kalian saya bisa menuntaskan sampai akhir cerita. Setiap cerita ada kenangan manis, pun luka. Seperti Sutra dan Kama, mereka saling merasakan kehilangan. Mohon maaf kalau nggak sesuai ekspektasi. Tunggu karya saya selanjutnya. Saya sayang kalian semua.
Baca Semua Ulasan
Secret Agent Or Teacher

Secret Agent Or Teacher

"Saat trauma itu kambuh, saat kamu merasa panik, yang pertama harus kamu lakukan adalah bernapas. Tarik napas dalam-dalam, tahan sebentar, lalu hembuskan perlahan. Ulangi itu sampai kamu merasa lebih tenang." "Lalu," Evian melanjutkan, "coba identifikasi pemicunya. Apa yang membuatmu merasa tidak nyaman saat itu? Dengan mengetahui pemicunya, kita bisa belajar menghindarinya atau setidaknya menyiapkan diri."
9.91.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai mengapa tidak boleh panik saat tersesat
Baca
+Pustaka
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Dan mengajak Candra untuk Duduk. Candra tertawa dan memberi tahu, "kursi kita bukan disini, yuk cari kursi nomor H9 dan H10." Dini merasa sangat konyol. Dini pikir duduknya bebas milih. Rebutan gitu kaya rebutan tempat duduk waktu di sekolah dasar. Setelah ketemu, Dini seneng akhirnya bisa duduk lega. Pengunjung lain berdatangan, dan tempat duduk sudah terisi penuh. Lampu mulai mati, suasana betambah serem. Dan sialnya Candra malah pilih filem horor. Dini langsung ngumpetin mukanya ke bahu Candra. Candra langsung membuka tangannya dan menyuruh Dini bersandar di dadanya. Dini malu karena disampinya ada orang yang tidak dikenal. Tapi Candra menegaskan kembali "Nanti juga mereka lebih parah dar
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai mengapa tidak boleh panik saat tersesat
Baca
+Pustaka
ISTRI SAH PEWARIS HARTA

ISTRI SAH PEWARIS HARTA

Dalam keadaan panik, dia berlari keluar dari Masjid itu tanpa mempedulikan apa pun di sekitarnya. Langkah-langkahnya terburu-buru saat ia menuruni anak tangga masjid dengan cepat. Namun, karena terlalu tergesa-gesa, kakinya tersandung pada salah satu anak tangga yang licin dan tubuhnya mulai limbung tak terkendali. Ia hampir saja jatuh ke bawah jika tidak ada tangan tegap yang dengan sigap menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. "Sita, Are you OK?" tanya Anand khawatir sambil menatap cemas ke arah Sita yang tampak lemah dan pucat.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 487 kali sebagai mengapa tidak boleh panik saat tersesat
Baca
+Pustaka
Bukan Pewaris Biasa

Bukan Pewaris Biasa

Perlahan-lahan rasa heran telah menjadi rasa cemas yang berlebihan. "Ke–kenapa bisa mati? Apa aku salah menekan sesuatu?" Dannis begitu panik. "Kurasa tidak. Apa mungkin bahan bakarnya habis?" pikir Luna. "Hah?! Bahan bakarnya habis?! Ta–tapi kita sedang berada di tengah laut!" Dannis semakin panik. "Lebih baik kau telepon Juna. Mungkin dia bisa membantu kita. Untuk saat ini, aku akan mencoba untuk mengaktifkan alat pelacak agar mereka bisa menemukan kita," ungkap Luna.
1055.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai mengapa tidak boleh panik saat tersesat
Baca
+Pustaka
Pedalaman Gumantra

Pedalaman Gumantra

tanya Marinka yang tampak paling panik, sebab ia tidak bisa berenang. "Tenang, jangan panik," ucap Brady menenangkan. "Sebaiknya kita menepi Kap, rakit ini sepertinya tidak kuat," bisik Carissa pula. "Iya. Kita cari tempat yang pas untuk berhenti, tidak mungkin disini," jawab Brady. Semua menyadari bahwa kini di kanan kiri mereka ditumbuhi tumbuhan liar merayap dan tak ada tanah sama sekali.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai mengapa tidak boleh panik saat tersesat
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Kapal yang di-tring sebagus apa pun tidak akan sanggup melawan ombak, terlebih kalau ini jalur perairan berbahaya. "Lalu bagaimana? Aku belum kuat kalau langsung menghilang!" Hening kembali tercipta, kami sama-sama mengalami kebuntuan pikiran sekaligus ingin cepat pulang. "Kamu masih bisa terbang tanpa alat?" tanyaku. "Bisa sih. Tapi, kan kamu sendiri yang bilang takut," balas Kaivan. "Ya udah deh, takutnya bisa ditunda. Kita terbang aja!"
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai mengapa tidak boleh panik saat tersesat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status