Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KSATRIA TIGA JAMAN

KSATRIA TIGA JAMAN

Gayatri mengejek Ra Kuti “Pedangmu tidak akan mampu memotong selendang sutera ini.” Ra Kuti tertegun, dia melirik ke mejanya, ada sebuah gunting yang terkadang digunakan untuk memotong daun lontar. Dengan gerakan cepat dia mengambil gunting dan menyerang Gayatri. Gunting Ra Kuti berkelebat memotong selendang Gayatri. “Krees…kresss…kresss!
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 501 kali sebagai menggambar katana
Baca
+Pustaka
Wiro sang Penakluk

Wiro sang Penakluk

Takeshi menyerang. Sabetan pertamanya datang dari atas, tebasan diagonal yang membelah udara dengan kecepatan mengerikan. Bilah katana itu memotong cahaya lampu menjadi dua saat meluncur turun, membawa tenaga yang cukup untuk membelah meja kayu jati menjadi dua bagian. Wiro mengangkat sarung katana. Benturan antara baja dan kayu seharusnya menghasilkan satu hasil yang pasti. Baja memotong kayu. Bilah menembus sarung. Pertarungan berakhir sebelum dimulai.
1026.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 927 kali sebagai menggambar katana
Baca
+Pustaka
Ranjang Perkawinan

Ranjang Perkawinan

"Gunakan canvas dan cat air yang pernah kuberikan kepadamu." "Eh... apa maksudnya?" Bening merasa tersesat. Apalagi pria tinggi itu langsung keluar dari toko begitu saja. "Canvas dan cat air?" Gumam Bening masih kebingungan. "Kamu mengenalnya, Bening?" Tanya Raina. Bening hanya menggeleng. Ia lalu mencoba mencerna ucapan pria itu barusan. "Lukisan.. Canvas..." oh, Bening sampai menutup mulutnya dengan terkejut. Apa mungkin itu Reyhan? Pria yang sudah memberikan alat melukis untuknya. "Pantas saja.."
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai menggambar katana
Baca
+Pustaka
My Husband's Secret

My Husband's Secret

Dia tidak banyak bicara, hanya saja dia kembali menggambar di atas kertas. “Apa yang mau kamu gambar?” tanyaku begitu keras. “Selain garam, lintah juga tidak suka asam. Saya akan mencoba menggambar air jeruk. Siapa tahu bisa melepaskan lilitannya di tubuh Nana.” “Ide bagus!”
1022.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 655 kali sebagai menggambar katana
Baca
+Pustaka
Let You Go

Let You Go

29. I Know Kanaya menatap lukisan yang sudah selesai dibuatnya dengan tatapan datar. Lukisan itu menggambarkan seorang wanita dengan sayap malaikat yang tengah menggandeng seorang anak perempuan kecil. Lukisan itu terlihat sangat kelam. Kanaya menghembuskan napasnya dengan kasar. Melukis adalah salah satu dari sekian hal yang dilakukannya untuk mengalihkan pikirannya dari hal-hal yang tidak ingin diingatnya.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai menggambar katana
Baca
+Pustaka
🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

Ia hanya menatap peralatan gambar yang masih tersimpan rapi di sisi meja. “Kalau begitu, jangan memikirkan hasil akhirnya dulu,” ujarnya. “Hari ini kamu hanya perlu menemukan satu hal yang ingin kamu tuangkan ke atas kanvas. Sisanya bisa kita cari bersama.” Summer menatapnya, sedikit terkejut oleh jawaban yang tidak memaksa. Yuta tersenyum. “Kita mulai dari sesuatu yang paling kamu kenal. Siapa Summer Ryu?”
10887 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai menggambar katana
Baca
+Pustaka
My Handsome Partner

My Handsome Partner

kata Salim "Aku tidak tahu apa bahannya, tuan. Hanya saja, saya selalu terpikir untuk membuat belati. Karena sejak beberapa waktu yang lalu, saya mulai terbiasa menggunakan pisau lipat mungkin akan lebih nyaman jika saya menggunakan belati. Di dunia kami, ada senjata bernama sangkur, semacam belati tapi dengan ketebalan seperti pedang, itu juga lebih mudah disimpan. Bisakah?" jelas Senja Salim mengocok tongkat itu. Ia mendengar sesuatu gemricik di dalamnya. Guru Hameez pun mencoba mendengarkannya juga. Ia sama takjubnya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai menggambar katana
Baca
+Pustaka
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

Aku juga merindukan rayuan gombalnya yang sebenarnya tidak bermutu, tapi membuat aku merasa spesial. Aku mencari-cari sebatang kayu tapi tidak menemukannya. Mengesalkan sekali sih! Andre pun melemparkan kayu yang tadi dia pakai untuk menggambar garis. "Pakai ini saja. Tadi itu aku ambil dari bawah pohon sana," katanya sambil cengengesan. Ah, memang cerita romantis yang benar-benar sukses hanya ada dalam drama. Dalam kehidupan nyata pasti banyak adegan NG. Sutradara mesti marah-marah, dan sering bilang, "Cut!" nih.
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 599 kali sebagai menggambar katana
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Teha
sekadar info: standar penguncian bab di GN sekarang dipukul rata 14 koin, bila jumkat dlm bab di bawah 1400 kata, ya. 1000 kata pun ttp byr 14 koin. namun utk novel ini sendiri, koin/bab bs lebih besar dikarenakan jumlah kata yg lebih banyak, jd sebenarnya pembaca mdpt harga lama 1 koin/100 kata.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Baca Semua Ulasan
Sang Ksatria Malam

Sang Ksatria Malam

jawab Bagaskoro dengan semangat tinggi. "Pertama ada Keris, sebuah senjata tikam berbentuk pisau kecil, sering dengan bilah bergelombang yang dibuat dengan melipat berbagai jenis logam bersama-sama dan kemudian cuci dalam asam. Kedua ada Linso, selendang kain sutera dipakai sekitar pinggang atau bahu, yang digunakan dalam penguncian teknik dan untuk pertahanan terhadap pisau. Ketiga Galah, tongkat yang terbuat dari kayu, baja atau bambu. Keempat Cindai, kain yang biasanya dipakai sebagai sarung atau dibungkus sebagai kepala gigi. Tradisional perempuan menutupi kepala mereka dengan kain yang dapat diubah menjadi cindai. Kelima ada Toya, sebuah tongkat berjalan yang dibawa oleh orang tua, peng
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai menggambar katana
Baca
+Pustaka
Legenda Tiga Pahlawan

Legenda Tiga Pahlawan

Macan – PART 1 Perhatikan baik-baik semuanya, ujar Shirakawa gugup sambil menggambar lingkaran oval besar di papan tulis. Ia menambahkan lingkaran kecil di atasnya sebagai kepala, lalu empat garis lurus tebal sebagai kaki. Karena belum puas, ia menambahkan mata, mulut, dan hidung di dalam lingkaran kecil itu. Terakhir, ia bertepuk tangan dengan puas dan menatap para prajurit.
10956 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai menggambar katana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status