Menikahi Kakak Ipar
“Mau tanya ke mama, rasanya aku udah bisa terbayang hasilnya akan seperti apa. Kepalaku rasanya jadi kenceng, overthink dan tiba-tiba aku membayangkan punya anak sendiri, Mas.”
Satria tersenyum tipis, memaklumi apa yang di rasakan istrinya. Sebenarnya hatinya juga sedang tak tenang. Mengingat ancaman pria yang ternyata benar adalah mertuanya itu dan dia tak mau dijauhkan dari Tami walaupun hanya satu menit. Tapi sebagai seorang suami, dirinya punya kewajiban untuk menguatkan istrinya dalam keadaan apa pun. Dan kini, yang bisa dilakukan adalah memeluk dan menemani Tami hingga merasa tenang.
“Kalau aku diminta tinggal sama mereka gimana, Mas? Aku bahkan merasa asing,” keluh Tami.
Chapitres populaires