MENANTU MUSUHKU
Arga berpikir sejenak, lalu berkata pelan, “Itu berbahaya. Dika adalah anjing peliharaan Ayah. Sekali kau mendekatinya, Ayah akan tahu.”
Delia tersenyum samar. “Maka aku akan melakukannya dengan caraku.”
***
Siang itu, Delia menemui Dika di kantor pusat MA Group, berpura-pura ingin membantu mengurus kegiatan sosial perusahaan.
Dika, pria berusia empat puluhan dengan senyum rapi tapi mata yang licik, menyambutnya dengan sopan berlebihan.
“Ah, Nyonya Mahendra. Kehormatan besar bagi saya.”
Bab Populer