Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Taaruf dengan Anak Wanita Malam

Taaruf dengan Anak Wanita Malam

“Teh, maafin Nunik ya? Jadi ngerepotin,” “Gak apa-apa Nik. Biasa, aku juga suka muntah saat masuk angin. Nah, kalau mencium yang muntah juga suka mau ikutan muntah,” kata Selina apa adanya. “Selina, gak apa-apa?” tanya Arman. “Gak apa-apa kok Kang daripada telat, lama ngantrinya. Aku duluan ya! Assalamualaikum!”
1014.3K viewsCompletedAdded to Library 486 Times as menyelinap
Read
+Library
Sisa Rasa

Sisa Rasa

kata Tante Vina sambil tersenyum. Selin pura-pura membaca menu. Padahal huruf- hurufnya menari nggak jelas. Tangannya dingin. Rendra duduk tegap. Terlalu tenang. Terlalu rapi. Dan itu bikin Selin makin nggak nyaman. Tante Vina membuka obrolan. “Kalian juga kelihatan sama-sama kaget.” Selin tertawa kecil. “Iya, Tante. Jujur kaget.”
10834 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as menyelinap
Read
+Library
The Lunar

The Lunar

tanya Syilea menatap apel di tangan kanannya. “Itu ... apel gala.” “Apel gala?” ulang Syilea. “Ya … apel yang tumbuh di Selandia Baru. Rasanya manis dan wangi. Itu bisa memberikanmu energy,” jelas Henry singkat. Syilea mengangguk. Dia lalu mengulurkan satu apel pada Selena. “Kau mau mencobanya?” “Tidak. Terima kasih. Itu untukmu … aku yakin, Henry pasti masih menyimpan beberapa persediaan di rumah kami,” tolak Selena dengan halus.
1051.3K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as menyelinap
Read
+Library
Menjinakkan Pewaris Yang Tak Tersentuh

Menjinakkan Pewaris Yang Tak Tersentuh

Puas meluapkan emosinya pada Livia, Selina berlalu pergi dari sana dan menutup pintu dengan kasar hingga terhempas. Tersenyum dalam tangisan. “Ternyata mengungkap sedikit hal yang ku inginkan saja, harus mendapatkan sikap yang kasar dulu.” Memejamkan kedua matanya, dengan tangisan terisak. Karena kecapean dan efek obat-obatan juga, hingga membuat Livia sampai ketiduran.
260 viewsOngoingAdded to Library 6 Times as menyelinap
Read
+Library
PENYESALAN

PENYESALAN

sahut Andin. Entah kenapa mendadak kepalaku terasa begitu pusing, kliyengan. Bahkan untuk sekedar berdiri saja sempoyongan layaknya orang mabuk. Rasanya tadi aku hanya meminum cola? Apa ada yang mencampurkan sesuatu pada minumanku? "Mas, kau tidak apa-apa?"
9.7229.6K viewsCompletedAdded to Library 8.3K Times as menyelinap
Read
+Library
Penyesalan

Penyesalan

Dan ia pun duduk di depan gadis itu. "Minum dulu," tawar Reno sambil mendorong segelas Mojito dalam gelas Collins yang terlihat begitu menyegarkan. Potongan lemon dan mintnya meyakinkan Alisya bahwa itu adalah minuman yang ia inginkan di siang yang terik ini. Alisya pun meneguknya tanpa sungkan. Selama mereka makan, Reno terus saja menggenggam tangan Alisya. Ia tidak melepaskannya sama sekali.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 184 Times as menyelinap
Read
+Library
Melupa Rasa

Melupa Rasa

Ia terlihat cemas. Lyan tersenyum simpul sambil pandangannya lurus menatap ke depan. "Ralat. Dia sedang menuju kesini." *** "Wanita ini cantik sekali, bagaimana menurut Anda, Pak Abi?" tanya Profesor Royyan dengan dagu yang menunjuk ke arah televisi, yang sedang menampilkan iklan produk baru Estella Skincare, dengan brand ambassador mereka yang baru juga, Anara Aryasena.
108.7K viewsOn holdAdded to Library 192 Times as menyelinap
Read
+Library
MENANTU PILIHAN IBU

MENANTU PILIHAN IBU

Muin memperkenalkan istrinya yang menyunggingkan senyum dan menangkupkan tangannya di dada. "Nah, ini juga istriku. Nawang." Bayu juga memperkenalkan Nawang, mereka duduk dengan santai. "Uda, tolong bawakan lagi ya, makanan ke sini, jangan lupa rendangnya," panggil Muin pada seorang waitress yang kebetulan baru mengantar makanan ke meja sebelah mereka. Waitress itu mengangguk dengan sopan, langsung berlalu
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 230 Times as menyelinap
Read
+Library
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

"Apanya yang seru?" "Rasanya... Ha... Ha... Ha..." "Memang bagaimana rasanya Tin.?"tanyaku mulai penasaran "Ya... Besok kamu pasti ngrasain sendiri dech! Sulit di gambarkan. Tapi hati-hati yooo." Aku mulai merasa takut dengan apa yang di maksud Tina. "Tut... Kamu masih di situ kan?" "Eh... Iya Tin." "Pasti kamu lagi bayangin ya?"
3.4K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as menyelinap
Read
+Library
Mencintaimu

Mencintaimu

Leo mendongakan kepalanya, mempersembahkan senyuman manis yang membuat matanya semakin mengecil lucu. Mereka pun mulai menyantap hidangannya dalam diam, dengan sate padang sebagai menu utama. Mungkin terdengar tidak cocok untuk dijadikan menu sarapan, tapi bagi Leo apapun yang dimasak ibunya akan selalu layak di makan kapanpun dan di manapun. Apalagi menu utama yang dibuat sang Ibu merupakan makanan yang ingin dirinya santap semalam. Namun, berhubung sudah tidak ada rumah makan padang yang buka dia pun tak bisa mendapatkannya waktu itu juga.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as menyelinap
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status