Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SENYAWA

SENYAWA

tanya Zayn sambil melihat lagi pakaiannya. “Bukan pakaian lo yang salah, tapi lo!” Varo pun menunjuk Zayn dengan telunjuknya sambil berkata dengan sinis. “Gue? Kenapa gue?” tanya Zayn lagi sambil tersenyum menggoda Varo yang sudah hampir keluar taringnya. “Ngapain coba senyum-senyum sama Meera? Biar apa?” kesal Varo lagi, ia pun sudah hampir berdiri dari duduknya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Matanya meneliti satu per satu produk yang tersusun rapi di sana. "Coklat atau strawberry, As? Atau mau ini nih? Yang rasa jeyuk?" Suara Bayu membuat beberapa orang menoleh ke arah mereka lalu tersenyum. Begitupun Asih yang merasa hangat menjalar di wajah dan tubuhnya, hingga tak sadar membuat kedua pipinya merah bak udang rebus. Bayu meletakkan beberapa kotak susu dengan varian beragam. "Biar nggak bosen sama satu rasa," ucapnya kembali mendorong kereta belanja itu ke arah lain.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Sakit yang Menyenangkan

Sakit yang Menyenangkan

Charity meringis saat milik Greed hendak memasuki lobangnya. Greed menghentikan saat miliknya sudah masuk sepenuhnya ke milik Charity. "Bergeraklah!" "izin Charity. Desauan-desauan nikmat dikeluarkan Charity, begitu pula dengan Greed. "Engh ...," Charity keluar membuat Greed memejamkan matanya menahan nikmat yang luar biasa. Greed masih berusaha hingga akhirnya Greed merasakan akan keluar.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

"Buat gue?" Selin menggangguk sambil cemberut. "Ambil ish. Bukan permen biasa tau!" Cewek itu meraih tangan Sadena dan menaruh permen itu di telapak tangannya. "Tapi permen pake cinta. Hehehe." "Thanks," Sadena menepuk pelan puncak kepala Selin. "Lo pintar ngegombal ya ternyata." Selin tak menanggapi karena ingusnya nyaris menetes, Selin memilih menyekanya. Selesai, ia berucap, "Kotor lagi sapu tangannya. Aku bawa pulang buat dicuci ya?"
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
MENANTU MUSUHKU

MENANTU MUSUHKU

“Tidak mungkin.” Layar menyala. Hanya satu gambar: siluet seseorang duduk di kursi gelap. Wajahnya tidak terlihat. Suara keluar, tenang, berwibawa. “Delia Adinegara.” Delia merasakan dadanya sesak, tapi ia melangkah maju. “Akhirnya kau muncul.” Arga refleks maju setengah langkah. “Matikan ini.”
578 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Bukan Ibu Susu Palsu

Bukan Ibu Susu Palsu

sindir Seline sebelum Raya beranjak. Merasa tidak enak, Raya pun akhirnya menghabiskan satu gelas minuman dingin berwarna merah di depannya itu semua semata-mata karena menghargai Selin. Setelah itu Raya kembali pamit, segera meninggalkan cafe atas seizin Selin. Setelah Raya berlalu dari cafe, Seline tampak mengulum senyum. "Kamu telah masuk perangkapku," desisnya sendirian.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
PENGGARIS SEGITIGA

PENGGARIS SEGITIGA

lanjut Raymond. Senyum Raymond mengakhiri perkataannya. Ia tahu bahwa kata-katanya terdengar terlalu bodoh dan naif, tetapi setidaknya kata-kata itu membuatnya lega. "Seandainya kata-kata kamu itu mudah untuk dilakukan, ya, Ray," jawab Selena. "Seandainya mereka memang datang untuk tulus bertemu kamu, bukan dengan maksud tertentu. Permen tidak semua manis, kadang asam."
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

Tring Pintu lift segera terbuka setelah mencapai posisi yang dituju. Doktr Willy mengedarkan pandangannya, mengamati ruangan besar yang sepi. Tok tok tok “Masuk!” Willy segera membuka pintu setelah direktur utama memintanya masuk. Ia melihat wanita cantik yang sangat anggun dengan balutan outer warna biru navy sebagai baju kebesaran Alfitrah.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

Ternyata Sena sudah menunggu mereka sambil menonton TV dan menggunakan setelan rumah. “Belanja apa aja nih?” tanya Sena. “Ini camilan Jivan, mi instan sama minuman kamu, Mas,” Devina mengeluarkan belanjaan satu persatu. “Padahal jangan mi instan, Dev. Jivan tuh kalau udah ada mi instan, suka jadi sering makannya,” jelas Sena. “Saya nggak tahu, Mas. Maaf,” “Nggak apa-apa,”
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

bahkan oleh orang- orang yang baru mengenalnya sekalipun. "Silakan, Pak." Melati mempersilakan Yazid untuk menikmati minuman yang sudah ia siapkan. Tak lupa pula ia menyodokar beberapa toples yang memang sudah dari awal berada di atas meja. Ia menundukan kepalanya dan menyembunyikan senyuman yang tersungging di bibirnya. Tidak ada satupun orang yang menyadari tingkahnya yang aneh.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status