Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Mei Mei berdiri tegak di ambang pintu, memunggungi ku sepenuhnya, menunggu aba-aba agar ia boleh masuk kembali. "Nyonya," panggilnya pelan, suaranya nyaris tak terdengar di antara suara air. "Saya sudah menyiapkan minyak cendana asli. Ini akan melembutkan kulit dan membuat kain sutra menempel sempurna di tubuhmu, seolah bagian dari dirimu sendiri."
101.3K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as menyelinap
Read
+Library
Sisi Liar Mas Nanang

Sisi Liar Mas Nanang

"Tergantung pulang jam berapa." Lina melirik sekilas. "Oh gitu.." Lina terus melirik ke arah Nela yang memberi micin banyak, "Heh kamu mau buat orang penyakitan? Kenapa micinnya banyak banget." Nela terkekeh, "Namanya juga penyedap rasa, orang kaya nggak pernah makan beginian ya."
105.7K viewsCompletedAdded to Library 152 Times as menyelinap
Read
+Library
Gadis 100 Juta Tuan Luis

Gadis 100 Juta Tuan Luis

Mereka sedang mengetes proyek AI . "Aku ke toilet dulu. " Celina bangkit dan berlari ke toilet. Ia mengeluarkan isi perutnya. Setelah itu mengeluarkan permen jahe dari saku yang dibawakan ibunya. Ada juga permen mint agar tak bosan dengan rasa satu macam. "Terkadang mual sudah biasa. Makan permen jahe atau mint menghilangkan mual. Jangan lupa makan. Paksakan walau hanya sedikit saja," pesan Denada kepadanya.
101.7K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as menyelinap
Read
+Library
SELIR HATI

SELIR HATI

Aroma teh melati menyebar lembut. Saat Gita masuk, beberapa selir langsung saling berbisik. Selir Ayu, salah satu yang sudah lama tinggal di istana, tersenyum manis tapi matanya penuh sindiran. "Selir Gita, kabar tentang Anda luar biasa cepat. Baru sebentar masuk istana, sudah menarik perhatian Baginda," ucapnya sambil menuang teh. Gita duduk dengan tenang. "Saya hanya melakukan apa yang harus dilakukan, Selir Ayu. Tidak Lebih."
104.0K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as menyelinap
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

Menaiki lift dan keluar di lantai dasar. Meera tak langsung pulang, ia terlebih dahulu menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslimah di masjid samping gedung perusahaan. Ia menanggalkan sepatunya, kemudian langsung menuju tempat wudhu wanita. Setelah selesai ia pun langsung menuju shaf wanita yang pintu keluarnya berada di samping.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as menyelinap
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

Matanya meneliti satu per satu produk yang tersusun rapi di sana. "Coklat atau strawberry, As? Atau mau ini nih? Yang rasa jeyuk?" Suara Bayu membuat beberapa orang menoleh ke arah mereka lalu tersenyum. Begitupun Asih yang merasa hangat menjalar di wajah dan tubuhnya, hingga tak sadar membuat kedua pipinya merah bak udang rebus. Bayu meletakkan beberapa kotak susu dengan varian beragam. "Biar nggak bosen sama satu rasa," ucapnya kembali mendorong kereta belanja itu ke arah lain.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as menyelinap
Read
+Library
Sakit yang Menyenangkan

Sakit yang Menyenangkan

Charity meringis saat milik Greed hendak memasuki lobangnya. Greed menghentikan saat miliknya sudah masuk sepenuhnya ke milik Charity. "Bergeraklah!" "izin Charity. Desauan-desauan nikmat dikeluarkan Charity, begitu pula dengan Greed. "Engh ...," Charity keluar membuat Greed memejamkan matanya menahan nikmat yang luar biasa. Greed masih berusaha hingga akhirnya Greed merasakan akan keluar.
106.7K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as menyelinap
Read
+Library
Sadena

Sadena

"Buat gue?" Selin menggangguk sambil cemberut. "Ambil ish. Bukan permen biasa tau!" Cewek itu meraih tangan Sadena dan menaruh permen itu di telapak tangannya. "Tapi permen pake cinta. Hehehe." "Thanks," Sadena menepuk pelan puncak kepala Selin. "Lo pintar ngegombal ya ternyata." Selin tak menanggapi karena ingusnya nyaris menetes, Selin memilih menyekanya. Selesai, ia berucap, "Kotor lagi sapu tangannya. Aku bawa pulang buat dicuci ya?"
1011.9K viewsCompletedAdded to Library 415 Times as menyelinap
Read
+Library
MENANTU MUSUHKU

MENANTU MUSUHKU

“Tidak mungkin.” Layar menyala. Hanya satu gambar: siluet seseorang duduk di kursi gelap. Wajahnya tidak terlihat. Suara keluar, tenang, berwibawa. “Delia Adinegara.” Delia merasakan dadanya sesak, tapi ia melangkah maju. “Akhirnya kau muncul.” Arga refleks maju setengah langkah. “Matikan ini.”
706 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as menyelinap
Read
+Library
PENGGARIS SEGITIGA

PENGGARIS SEGITIGA

lanjut Raymond. Senyum Raymond mengakhiri perkataannya. Ia tahu bahwa kata-katanya terdengar terlalu bodoh dan naif, tetapi setidaknya kata-kata itu membuatnya lega. "Seandainya kata-kata kamu itu mudah untuk dilakukan, ya, Ray," jawab Selena. "Seandainya mereka memang datang untuk tulus bertemu kamu, bukan dengan maksud tertentu. Permen tidak semua manis, kadang asam."
106.7K viewsOngoingAdded to Library 246 Times as menyelinap
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status