Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENANTU PILIHAN IBU

MENANTU PILIHAN IBU

Muin memperkenalkan istrinya yang menyunggingkan senyum dan menangkupkan tangannya di dada. "Nah, ini juga istriku. Nawang." Bayu juga memperkenalkan Nawang, mereka duduk dengan santai. "Uda, tolong bawakan lagi ya, makanan ke sini, jangan lupa rendangnya," panggil Muin pada seorang waitress yang kebetulan baru mengantar makanan ke meja sebelah mereka. Waitress itu mengangguk dengan sopan, langsung berlalu
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
MENANTU PILIHAN MAMA

MENANTU PILIHAN MAMA

batin Melody berucap Marcella datang tanpa melakukan apapun. Kedatangannya terlihat hanya seperti memberi selamat, tapi ada niat lain di dalamnya. Marcella tersenyum kea rah pengantin tersebut, bahkan senyuman di bibirnya tidak terlihat jika penuh dendam di dalamnya. Ia pintar pintar untuk menyembunyikan sesuatu. “Hai, selamat ya!” ucap Marcella sembari menjabat tangan Justin, kekasihnya.
816 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

Pe-pe-perkedel "Aaah... Aaah... Aaah.... Tu-tu-mis "Auwh... Auwh... Auwh... Ka-ka-kang-kung "Sssssshhhhh... Ouwh... Aaah... Ri-ri-rica-ri-ri-rica... Ouwh.. ouwh... Ouwh... Ri-ri-rica-ri-ri-rica. Air mataku tak bisa lagi dapat aku tahan. Aku lalu mencoba untuk menghubungi Mas Seno. "Assalamualaikum Dek." "Waalaikum sallam Mas. Mas dimana?"
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Mencintaimu

Mencintaimu

Leo mendongakan kepalanya, mempersembahkan senyuman manis yang membuat matanya semakin mengecil lucu. Mereka pun mulai menyantap hidangannya dalam diam, dengan sate padang sebagai menu utama. Mungkin terdengar tidak cocok untuk dijadikan menu sarapan, tapi bagi Leo apapun yang dimasak ibunya akan selalu layak di makan kapanpun dan di manapun. Apalagi menu utama yang dibuat sang Ibu merupakan makanan yang ingin dirinya santap semalam. Namun, berhubung sudah tidak ada rumah makan padang yang buka dia pun tak bisa mendapatkannya waktu itu juga.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Mei Mei berdiri tegak di ambang pintu, memunggungi ku sepenuhnya, menunggu aba-aba agar ia boleh masuk kembali. "Nyonya," panggilnya pelan, suaranya nyaris tak terdengar di antara suara air. "Saya sudah menyiapkan minyak cendana asli. Ini akan melembutkan kulit dan membuat kain sutra menempel sempurna di tubuhmu, seolah bagian dari dirimu sendiri."
478 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Sisi Liar Mas Nanang

Sisi Liar Mas Nanang

"Tergantung pulang jam berapa." Lina melirik sekilas. "Oh gitu.." Lina terus melirik ke arah Nela yang memberi micin banyak, "Heh kamu mau buat orang penyakitan? Kenapa micinnya banyak banget." Nela terkekeh, "Namanya juga penyedap rasa, orang kaya nggak pernah makan beginian ya."
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Gadis 100 Juta Tuan Luis

Gadis 100 Juta Tuan Luis

Mereka sedang mengetes proyek AI . "Aku ke toilet dulu. " Celina bangkit dan berlari ke toilet. Ia mengeluarkan isi perutnya. Setelah itu mengeluarkan permen jahe dari saku yang dibawakan ibunya. Ada juga permen mint agar tak bosan dengan rasa satu macam. "Terkadang mual sudah biasa. Makan permen jahe atau mint menghilangkan mual. Jangan lupa makan. Paksakan walau hanya sedikit saja," pesan Denada kepadanya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
SELIR HATI

SELIR HATI

Aroma teh melati menyebar lembut. Saat Gita masuk, beberapa selir langsung saling berbisik. Selir Ayu, salah satu yang sudah lama tinggal di istana, tersenyum manis tapi matanya penuh sindiran. "Selir Gita, kabar tentang Anda luar biasa cepat. Baru sebentar masuk istana, sudah menarik perhatian Baginda," ucapnya sambil menuang teh. Gita duduk dengan tenang. "Saya hanya melakukan apa yang harus dilakukan, Selir Ayu. Tidak Lebih."
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Semakin Red Flag Semakin Cinta

Semakin Red Flag Semakin Cinta

tanyanya berkomentar. “Beda dikit,” jawab Celine. “Bedanya di mana?” “Kalau kamu makan permen itu namanya diemut. Kalau dilumat lain lagi.” “Visual please!” pinta Giandra dengan muka memelas. “Ntar kamu googling aja,” jawab Celine. Giandra tertawa keras-keras di dalam hati menyaksikan Celine yang begitu serius menanggapinya. “Kalau obat ini misalnya diemut gimana?"
920.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 462 kali sebagai menyelinap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status