Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia
Kata-kata yang bersih, mengalir, tapi tetap perlu sentuhan akhir agar lebih padat dan tajam.
Bumi mulai membaca, menyorot kalimat yang terlalu panjang, memberi catatan kecil di pinggir naskah, mengganti kata “nikmat” dengan “menggugah,” menghapus pengulangan kata “pengunjung” yang muncul tiga kali dalam satu paragraf. Tangannya bergerak lincah, seperti sudah terbiasa mengurutkan dunia yang berantakan menjadi lebih tertata, setidaknya dalam bentuk paragraf.
Di sela-sela pekerjaan itu, Bumi terdiam sejenak. Ia tersenyum kecil—bukan karena lucu, melainkan karena mendadak menyadari betapa kontrasnya hidup yang sedang ia jalani.
Hot Chapters