Menyunting novel itu seperti mengukir patung dari balok kayu—kita perlu membuang yang tidak perlu dan mengasah detailnya. Pertama, aku selalu baca naskah dengan suara keras untuk menangkap ritme dan dialog yang canggung. Kalau ada kalimat yang membuatku tersandung saat dibacakan, itu pertanda perlu diubah.
Selanjutnya, aku mencari adegan yang 'jalan di tempat' atau terlalu banyak deskripsi. Misalnya, di draft pertamaku dulu, ada tiga paragraf menjelaskan ruang tamu karakter padahal tidak relevan dengan plot. Potong saja! Lebih baik fokus pada tindakan atau emosi yang menggerakkan cerita. Terakhir, aku memastikan setiap bab memiliki 'hook'—entah cliffhanger, pertanyaan, atau kejutan kecil—agar pembaca ingin terus membalik halaman.