Malam Panas Dengan Mantan Suami
Suaranya mendesak, nada paksaan mulai terdengar jelas.
"Maaf, Pak. Aku nggak bisa," penolakan tegas terlontar dari bibirku. Aku menarik tanganku dengan kuat dari genggamannya. "Kalau begitu aku permisi. Assalamualaikum."
"Bapak nggak boleh pergi!" teriaknya, suaranya meninggi, nada mengancam jelas terdengar. Dengan gerakan cepat, dia berlari menghalangiku, menahan tanganku kembali. "Bapak tidak akan aku izinkan keluar dari rumahku, sebelum Bapak memberikan uang sepuluh juta!" Matanya melotot tajam, menunjukkan kemarahan dan keserakahan yang tak tersembunyi.