Dirty Office
“Hhhh.. Akhirnya..”
Begitu kancing di area dada terbuka, Aruna menarik napas dalam-dalam. Namun, karena posisi Keenan yang memeluknya dari belakang dan kebaya yang setengah terbuka, bagian depan tubuh Aruna kini hanya tertutup kain tipis yang melorot.
Keenan tidak segera melepaskan pelukannya. Ia justru membenamkan wajahnya di ceruk leher Aruna, menghisap aromanya dalam-dalam. "Kamu hampir membuatku jantungan, Aruna."