Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Healer Kesayangan Sang Duke

Healer Kesayangan Sang Duke

gumam Aricia. Aricia pun keluar dari gang sepi itu kemudian kembali menelusuri jalanan kota. Ia mampir ke sebuah toko tinta pena dan membeli satu jar tinta, kemudian Aricia menyinggahi sebuah toko roti karena tergiur dengan lemon merigue pie yang terpampang dari kaca kedai itu. “Kali ini Lemon Meringue Pie seperti pesanan Nona Muda ini.” Pria itu berucap sembari memberikan sepiring kecil berukir bunga berisi sepotong pie lemon.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai merengut
Baca
+Pustaka
Dinikahi Berondong Bucin

Dinikahi Berondong Bucin

"Tapi aku serius. Aku ingin berterima kasih karena kamu sudah menolongku dari si durjana itu." Sasi benar-benar membuatkan fruit honey mousse cream untuk Emir. Seperti pie buah. Namun, memiliki perbedaan yang sangat jelas. Penganan ini memiliki remahan biskuit sebagai dasar, mousse cream sebagai lapisan kedua, kemudian berbagai macam buah-buahan, dan yang terakhir jeli berperisa madu.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai merengut
Baca
+Pustaka
Alfheim - The Blasphemy

Alfheim - The Blasphemy

lerai Greta. “Wah iya, aku baru ingat. Kau datang, ‘kan?” tanya Ragne melirik Greta. “Sudah lama aku tidak makan daging bakar yang ditambah rempah, apalagi mead-nya. Mantap sekali!” Pikiran Ragne mulai mengembara untuk membayangkan kemeriahan pesta nanti malam. Mead yang dimaksud adalah minuman fermentasi dari sari apel dan madu, terkadang berbahan dasar buah beri. Jika diolah dengan tepat, rasanya akan sangat enak. Para prajurit selalu menyukainya.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai merengut
Baca
+Pustaka
Paracetalove [INDONESIA]

Paracetalove [INDONESIA]

Senjata ampuh cewek itu kalau lagi ngambekkan. "Donatnya tiga ya, Pak, rasa tiramisu, matcha, sama coklat," pinta Mery. Bapak itu mengangguk. Dengan cemberut Mery menunggu pesanannya sambil duduk di kursi samping gerobak donat itu. "Nah, ini, Dek." Bapak tadi mengulurkan donat pesanan Mery yang terbungkus, Mery menerima sambil mengulurkan sejumlah uang. Namun bapak itu menggeleng.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai merengut
Baca
+Pustaka
MERINDUKAN SURGA

MERINDUKAN SURGA

gumam Nek Minah sambil menyusun kue putu ke atas piring. “Ini, silahkan ….” Nek Minah menyuguhkan kue putu itu di atas meja. “Nenek kalau lagi senggang, emang sering bikin cemilan, selagi ada bahan. Itu pun bahan yang didapat dari hasil bertani,” jelas Nek Minah tanpa diminta. Alya mengangguk sambil menikmati kue putu yang sangat enak. Rasanya beda dengan yang di jual-jual di kota.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai merengut
Baca
+Pustaka
Simpanan Dosen Tampan

Simpanan Dosen Tampan

Felly duduk lebih dulu, lalu matanya langsung bergerak ke etalase kaca di dekat bar. Di sana berjejer pastry dengan bentuk rapi dan warna keemasan—croissant, tart kecil, roti isi krim, sampai kue-kue mungil—yang tampak terlalu cantik untuk dimakan. “Mas…” panggilnya pelan. “Hmm?” “Itu lucu banget.” Marvin mengikuti arah pandangnya. “Masih lucuan kamu.” Felly spontan menatap datar. “Nggak lucu.”
1051.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai merengut
Baca
+Pustaka
Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh

Jerat Obsesi Ayah Tiri Lumpuh

Ada setumpuk pancake tebal yang mengepulkan asap tipis dengan siraman sirup maple yang meleleh menggiurkan, roti croissant hangat yang menguarkan aroma mentega gurih, mangkuk berisi potongan stroberi segar yang merah merona, dan sewajan kecil selai cokelat fondue. Bagi Chloe yang perutnya benar-benar kosong setelah memuntahkan isinya di wastafel tadi, pemandangan itu terasa seperti surga dunia. Tanpa sadar, air liurnya menetes. Matanya tak bisa lepas dari stroberi merah yang tampak begitu segar dicelupkan ke dalam cokelat.
1041.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai merengut
Baca
+Pustaka
MANT(en)AN

MANT(en)AN

Perempuan bermata cokelat tersebut mengerutkan dahi. “Iya, gue coba, nih!” Kemudian kutiup beberapa kali asap yang mengepul di atas kopi. Kuseruput sekali. Terdiam sejenak meresapi kenikmatan yang hadir di lidah. “Nikmat!” Kuseruput lagi untuk kesekian kali. “Apa gue bilang! Lo jangan remehin gue kalau masalah kopi.” Risna berbangga diri.
103.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai merengut
Baca
+Pustaka
Bosku Merenggut Kesucianku

Bosku Merenggut Kesucianku

"Jelaskan ke kami, ada apa denganmu?" "Rajen hanya ingin memakannya. Kenapa?" tanya Rajen dengan polosnya. "Kamu sangat aneh. Tidak biasanya memakan semua itu. Apalagi martabak, kamu tidak suka manis, Rajen dari kecil." Rajen mengedikkan bahunya, "Han! apa yang kau tunggu! Pergi sana mencarinya!" Han mengangguk dan berpamitan untuk mencari semua pesanan Rajendra.
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai merengut
Baca
+Pustaka
Mati Kembar

Mati Kembar

Mungkin ini bisa digunakan untuk menaruh barang-barang yang sudah tidak dipakai dalam jangka waktu lama atau lebih tepatnya disebut sebagai gudang. Sembari melihat-melihat, tiba-tiba sekelebat bayangan putih melintas yang tertangkap dari ekor mataku. Seketika bulu kudukku meremang disusul dengan wewangian melati bercampur anyir yang menyengat. Lebih mengerikan lagi aku mendengar tangis perempuan yang begitu memilukan seolah ada duka yang mendalam di sana. Makin lama suaranya makin halus dan menyayat hati siapapun yang mendengarnya.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai merengut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status