Tukang Pijat Super
“Nikmat Mas...”
Juned terus memijat, kali ini lebih serius. Juned terus memainkan jari jemarinya di sekitar paha dan daerah yang sensitif membuat Nadhifa kembali menegang. “Ehh... jangan di situ,” katanya dengan suara pelan.
Juned menghentikan gerakannya sejenak. “Kamu gak suka atau mau aku lewati aja?” tanyanya.
Nadhifa menggelinjang, lalu menggeleng pelan. “Nggak... Jangan berhenti, Mas. Soalnya rasanya sungguh nikmat, sih.”