Gairah Liar Perselingkuhan
Bibirku menjelajahi lehernya, Narnia semakin dalam.
“KAI! NIA!” Dia menjerit, sebuah jeritan yang bukan lagi jeritan kesakitan atau ketakutan yang sering kuingat dari masa lalunya, melainkan jeritan kebebasan yang murni dan penuh kebahagiaan. Tubuhnya bergetar hebat, sebuah orgasme yang kuat dan membebaskan mengguncangnya hingga ke inti jiwanya. Cairan kenikmatan membasahi paha Narnia, mengalir hangat di antara kami, bukti nyata dari kebahagiaan yang meluap. Tanika bergetar, otot-ototnya menegang, lalu mengendur dengan sebuah napas panjang penuh kelegaan.