PULANG DARI RANTAU
Diangsurkannya sebuah paper bag pada istri tercintanya yang menyambut dan segera mengambil tas kerja dari tangannya.
“Dek, lusa dandan yang cantik, terus pakai baju ini, ya!”
“Emang mau ke mana, Mas? Ini baju apa?”
Cahaya memeriksa isi paper bag yang baru saja diberikan oleh Mas Baska.
“Masya Allah, Mas … kok beli batik pedang, sih, Mas? Harganya bisa buat kita makan sebulan ini mah. Kenapa buang-buang uang sih, Mas? Padahal gak harus beli yang sebagus ini.” Cahaya menatap takjub pada baju batik yang sudah terkenal harganya dan tampak terlihat mewah itu.